Kami Datang Mau Kerja, Tapi Disuruh Pulang


riaupotenza.com
Ratusan TKI datangi kantor DPMPTSP-Ker untuk mendaftar kartu Pra Kerja.

MERANTI (Riaupotenza.com) - Salah seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kepulauan Meranti merintih setelah gagal mendapatkan Kartu Pra Kerja 2020.

Dia adalah Heri Gunawan (26) berprofesi sebagai buruh di negeri Jiran Malaysia. Menjadi seorang TKI di luar negeri merupakan sebuah pilihan yang harus ia lakukan demi menafkahi keluarga.

Setelah bertahun-tahun merintih. Ia harus pulang kekampung halaman akibat mewabahnya Covid-19 disana.

Sesampai di kampung halaman, Heri mendapat kabar baik dari pemerintah setempat bahwa akan diberlakukannya Kartu Pra Kerja.

''Ya, dengar kabar pemerintah mengeluarkan program kartu pra kerja. Jadi hari ini kita datang kesini untuk mendaftar,'' sebut Heri kepada Riaupotenza.com di halaman Kantor Naker Kepulauan Meranti, Rabu (8/4/2020).

Namun apalah daya, meski menunggu dari pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB ia tidak mendapatkan hasil.

''Harus balik ke kampung lagi, kata pejabatnya disuruh mengurus administrasi di desa,'' keluh dia.

Padahal, Heri mengaku tidak mengetahui adanya pemberitahuan informasi tentang kartu pra kerja dari pemerintah desanya.

''Pemberitahuan tidak ada. Kita hanya lihat di surat edaran Gubri bahwa hanya ada dua opsi, pertama mendaftar secara online dan langsung mendatangi dinas terkait,'' ujar pria dari Kecamatan Pulau Merbau tersebut.

Pantauan dilapangan, ratusan warga Kabupaten Kepulauan Meranti berbondong-bondong menggeruduk kantor DPMPTSP-Ker untuk mendaftar kartu Pra Kerja.

Beruntung kejadian itu cepat ditanggapi oleh Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti dengan menerjunkan jajaran Satol PP untuk melakukan pembubaran. dham