Bupati : Kebutuhan Pangan Siak Aman


riaupotenza.com
Bupati Siak bahas masalah carona dan stok Pangan.

SEJAK Jauh-jauh hari sebelum adanya wabah virus Carona, Pemerintah Kabupaten Siak dibawah ke pemimpinan Bupati Siak Drs Alfedri Msi telah memprogramkan persiapan  pangan.

Bahkan saat ini, Siak merupakan salah satu kabupaten yang bisa mencukupi keperluannya sendiri. Ketahanan pangan Siak didapat dari sejumlah kecamatan yang menjadi lumbung padi, sayur mayur seperti Bungaraya, Sungaimandau dan beberapa kecamatan lainnya.

Selain menanam padi, sebagian kecamatan lainnya, seperti  menanam sayur mayur termasuk cabai dan bawang. Hampir seluruh keperluan dapur masyarakat kabupaten ini, di dapat dari dalam kabupaten.

Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menjelaskannya, ekonomi masyarakat harus diperhatian. Saat ini merupakan perang semesta. 

''Kita harus bersama menghindari dan menghadapi Covid-19 dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan,'' ungkapnya.

Hasil koordinasi dengan dinas terkait, kebutuhan pangan di Siak cukup untuk sampai dua bulan ke depan. Koordinasi akan terus dilakukan, agar terus ada penambahan, sehingga situasi benar benar kondusif.

''Saya berharap semua dapat terkendali, mengingat dalam situasi seperti ini, ketahanan pangan merupakan salah satu kunci keamanan wilayah,'' kata Bupati.

Tidak cukup hanya dua bulan, bila perlu sampai beberapa bulan ke depan, agar masyarakat tenang dan aktivitas berjalan dengan baik. 

Meski harus berada di rumah dan kurangi beraktivitas di luar, namun teruslah berusaha dan berdoa, menjaga kesehatan dengan asupan yang sehat.

Bupati Siak mengatakan, saat video konferensi yang kita lakukan yang di dampingi oleh Bupati Asisnten I Budhi Yuwono, Kadis Infokom Arfan Usman dan Kabag Humas Wan Saiful Efendi, Kabag Tapem Irwan Sahputra di Siak Live Room Siaga 112 Kantor Bupati pada Selasa (24/3/2020) siang.

Selama dua hari Bupati melakukan video konferensi dengan para camat membicarakan penanganan Covid-19 di wilayah masing masing, termasuk kesiapan pangan.

Sebenarnya kemarin, Senin (23/3/2020) sudah dimulai video konferensi dengan para camat, namun ada enam yang terputus. Makanya hari ini dilanjutkan, sehingga semua memberikan laporan kondisi terkini di wilayah masing masing.

Semua bergerak, memastikan siapa saja orang dalam pengawasan (ODP) dan berapa jumlahnya, sekaligus memberikan penjelasan bahwa pangan aman dan situasi dalam keadaan kondusif.

Stok Pangan Aman selama Dua Bulan. 

Di tempat terpisah, di hari yang sama, Kadis Perdagangan dan Perindustrian Siak H Wan Ibrahim Surji ST MT bersama Kabid dan Kasinya menggelar rapat terkait ketahanan pangan di wilayah Siak.

Dia memastikan ketersediaan pangan di Siak aman untuk 2 bulan. ''Kami siap menghadapi jika terjadi gejolak harga. Agar masyarakat tetap sehat, malam pasar disterilkan,'' kata Wan Ibrahim Surji.

Ketergantungan Siak dengan pihak luar hanya sebagian kecil. Sekitar  80 persen sudah dipenuhi. Artinya sangat kecil ketergantungan dengan pihak luar.

''Bahkan untuk BBM dan gas aman dan kita siap tanpa ada halangan. Kami fokus bagaimana daerah kami jangan sampai putus BBM dan gas, karena beberapa agen sudah oke,'' jelas Wan Ibrahim.

Pantauan di Pasar Belantik Raya, yang merupakan pasar SNI dan salah satu pasar pagi terbesar di Siak relatif sepi.

Menurut salah seorang pedagang bernama Ida, pembeli memang sudah mulai sepi, mungkin karena virus corona.

Tapi sebenarnya situasi ini hal yang biasa. Pasar ini biasanya akan ramai pada Sabtu dan Ahad. Mungkin warga belanja mingguan. 

''Untuk harga, masih normal, hanya jahe merah yang melonjak tajam, itupun poskannya terputus dan saat ini barangnya kosong,'' jelasnya.

Sementara Kepala Pengelola Pasar Belantik Raya Dasiman mengatakan pihaknya telah menyemprotkan desinfektan di pasar, sekaligus membersihkan saluran air dan pembuangan.

''Kami ingin tidak hanya pedagang yang terbebas dari Covid-19, tapi juga pembeli yang datang untuk berbelanja juga harus dijaga, sehingga sama sama aman, baik pembeli maupun pedagangnya,'' jelas Dasiman.

Tentang pasokan, menurutnya sampai sejauh ini aman. Sebab menurutnya selama ini Siak tidak terlalu tergantung dengan pasokan luar, sebab pasokan dari Siak sudah mencukupi.

''Pedagang mengambil pasokan dari luar, hanya untuk membandingkan harga dan rasa. Produk kita sudah cukup baik, baik itu bawang, cabai dan lainnya,'' ungkapnya.

Tentang sembako, menurutnya aman. Beras dan bahan pokoknya aman di pasaran. ''Sama sekali tidak ada gejolak harga di Pasar Belantik Raya ini,'' ungkapnya.

 

Pemkab Siak Perbanyak Pasar Rakyat

UNTUK Menghadapi Wabah Virus Carona Pemerintah Kabupaten Siak memperkuat Stok pangan di segala  sektor. 

Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan selanjutnya Budhi Yuwono didampingi Camat Bungaraya, Penghulu Tuah Indrapura menandatangi prasasti pasar tersebut. 

Dalam kesempatan itu, Budhi sempat mengingatkan pada pedagang untuk ikut menjaga dan merawat bangunan pasar dengan baik. Jika kondisi pasar bersih dan nyaman maka akan bisa menarik calon pembeli untuk berbelanja.

''Usahakan kondisi pasar jangan sampai kumuh. Kalau pasarnya bersih maka pembeli akan senang berbelanja. Dan dengan adanya pasar ini kita berharap ekonomi masyarakat bisa meningkat,'' ucapnya. 

Camat Bungaraya, Amin Soimin mengatakan, pembangunan pasar tradisional tersebut menelan dana sebesar Rp1,078 milyar rupiah, melalui dana APBN secara dua tahap. Tahap pertama dibangun tahun 2018 dengan biaya sebesar Rp334 juta rupiah dan tahun 2019 dengan biaya sebesar Rp744 juta rupiah. 

Selanjutnya rombongan, meninjau kios-kios yang ada di pasar tersebut. Diantaranya kios elektronik, sayuran dan kios kelontong. 

Salah seorang pedagang, Sri (47) mengaku, bersyukur dengan dibangunnya pasar di lokasi tersebut. ''Bersyukur disini sudah ada pasar, karena dekat dari rumah saya,'' ungkap pedagang pecel itu. adv