Tampui, Buah Langka yang Dulu Dibagi Gratis Kini Harganya Selangit


riaupotenza.com

RUMBIO (Riaupotenza.com) - Tampui. Itulah nama dari buah langka yang saat ini banyak dijual warga di pinggir jalan raya Pekanbaru-Bangkinang tepatnya di sekitar Desa Rumbio, Kecamatan Kampar.

Rasanya manis dengan cita rasa khas, sangat diminati masyarakat yang bisa terlihat dari banyaknya pengendara yang berhenti untuk membeli buah ini.

Menurut Sari, salah seorang pedagang buah yang kami temui menuturkan, buah Tampui ini tidak didapat dari hutan yang ada di sana, tapi buah yang dijualnya ini didatangkan dari hutan Kampar Kiri.

''Tampui ini kita dapat dari Kuntu. Ada yang ngantar. Kita ngambil sama dia. Rata-rata pedagang di sini ambil dari orang yang sama,'' ungkap Sari kepada wartawan, Selasa (17/2/2020).

Tampui dijual pedagang seharga Rp25 ribu rupiah per kilogramnya. Setiap tahun, pada bulan Februari hingga Maret, para pedagang banyak menjual buah Tampui di pinggir jalan raya di wilayah Desa Rumbio dengan cara membuka lapak dadakan seadanya. Buah Tampui diletakkan di atas meja kayu sederhana atau digantung setelah diikat dengan tali plastik hingga mampu menjadi daya tarik bagi pengendara yang lewat untuk mampir ke lapak-lapak mereka.

Dari penulusuran kami, buah tampui ini adalah buah hutan dan tidak ditanam di pekarangan warga seperti halnya buah-buah seperti manggis, rambutan, mangga dan buah-buah lainnya yang lazim kita temui di pekarangan warga.

Untuk berbuah, pohon Tampui juga biasanya menjulang tinggi dengan usia puluhan tahun hingga konon katanya ada yang berumur  ratusan tahun.

Informasi yang berhasil kami rangkum, dahulu buah ini tidak seberharga sekarang. Dulu, buah Tampui ini hanya dibagikan para perimba yang pulang dari rimba kepada warga-warga sekitar kediaman mereka. Namun, kini, setelah jumlah hutan semakin menipis, buah ini semakin langka hingga membuatnya tidak dibagikan gratis melainkan dihargai tinggi seperti saat ini. rpz