Ngaku Dapat Bisikan Kuntilanak, Pasutri Nekat Bunuh Anaknya


riaupotenza.com
Ilustrasi. Net

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Miris.  Inilah yang terjadi pada pasangan suami istri (Pasutri) berinisial H (37) dan istrinya J (37). Ngaku dapat bisikan dari alam gaib, warga Perumahan Griya Cipta Blok L, Jalan Cipta Karya RT 3 RW 10 , Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan ini nekat membunuh anaknya F  (3), Senin (17/2/2020).

Saat ditemukan, jasad korban tewas dengan kondisi tali yang dibuat dari besi hanger pakaian yang diikatkan pada lehernya. 

Endi (39) salah seorang warga sekitar menceritakan, pelaku sudah terlihat tertutup dengan warga sekitar sejak empat hari belakangan. Dimana, rumahnya selalu tertutup rapat, begitu pun dengan pagar rumahnya. 

Penghuni rumah itu hanya beraktivitas didalam rumah tanpa berbaur dengan warga sekitar. ''Sudah empat hari mereka mengurung diri. Pintu rumah dan pagar selalu terkunci, padahal mereka didalam,'' kata Endi. 

Senin sekitar pukuk 10.30 WIB, warga yang sudah curiga berinisiatif ingin mengetahui kondisi mereka dalam rumah. Hal ini juga berdasarkan desakan dari adik pelaku. Warga sekitar pun memaksa masuk lewat pintu belakang. 

"Adiknya juga sudah curiga, udah beberapa hari adiknya ngontrol kesini. Tapi gak bisa juga masuk. Mungkin karena firasat kali, dia desak kami untuk masuk saja," ujarnya. 

Namun, saat mereka masuk terlihat pasangan suami istri itu sedang berdiam diri seperti bersemedi. Posisi korban berada dibelakang mereka dengan kondisi ter telungkup ditutup menggunakan kain. Pada leher korban juga terdapat tali jemuran.

Kasus pembunuhan ini pun cepat beredar luas. Warga sekitar heboh dan beramai-ramai mendatangi TKP.

Sementara itu, Anan salah seorang warga sekitar mengatakan, sebelumnya mereka selalu berbaur dan bersosialisasi dengan warga sekitar. Namun, sejak empat hari mereka terlihat menyendiri dari warga sekitar. 

"Biasanya dia (pelaku.red) rajin ke masjid itu. Bersosialisasi sama masyarakat pun bagus. Kami juga kaget, mereka tiba-tiba seperti itu. Mereka punya tiga anak, yang besar SMP,yang nomor dua SD, dan yang kecil ini yang jadi korban," jelasnya. 

Kapolsek Tampan AKP Juper Lumban Toruan mengatakan, pelakunya sudah ditangka. Sementara jasadnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk di visum.

Dari hasil pemeriksaan, pasangan suami istri (Pasutri) itu melakukan pembunuhan pada anak kandungnya pada Senin (17/2/2020) pagi. 

"Sekitar jam 3 subuh anak ini dibunuh. Dengan alasan dapat bisikan. Kita dapat laporan dari masyarakat jam setengah 11 tadi," kata Juper. 

Diceritakan Juper, dari pengakuan pelaku, selama ini ada sosok kuntilanak yang mengikuti dan ada pada tubuh istrinya. Jadi, pengakuan pelaku atau ayah korban, bahwa kuntilanak yang ada pada istrinya pindah ke tubuh anaknya. 

Ada bisikan yang membisikkan, untuk mematikan kuntilanak ini, dirinya harus membunuh anak kandung nya tersebut.

"Yang membunuh ayahnya. Dia lakukan dengan alasan mematikan si kuntilanak ini, dengan cara dibunuh anak," jelas Juper. 

Sebelum dibunuh, korban dibekap lebih dulu dalam kamar. Sang Ayah membekap sang anak hingga tak berdaya, dan saat itu juga mulut korban  disumpal menggunakan kertas al Quran yang telah di robek-robek. 

Pelaku pun membawa korban ke atas meja makan. Dengan posisi mulut disumpal pakai kertas alquran, pelakunya membakar kertas alquran yang disumpal pada mulut korban tadi hingga korban meninggal. 

"Sudah meninggal, dapat bisikan lagi. Katanya mayat anak ini akan dibawa pergi kuntilanak. maka dari itu, dia ikat leher korban menggunakan besi hanger yang dililitkan pada leher korban," papar Juper. 

Lanjut diceritakan Juper, saat warga sekitar masuk ke dalam rumah pelaku, pelaku mengenakan pakaian putih bersama istri. Mereka hanya berdiam diri, dan juga didampingi kedua anak mereka yang lainnya. 

Saat itu korban dibaringkan, dengan di telungkupkan tanpa mengenakan pakaian. Leher masih terikat menggunakan besi hanger, dan mayat korban ditutupi dengan kain panjang. rpz