Dongkrak PAD, Setiap OPD Harus Ciptakan Inovasi


riaupotenza.com
Sekdakab Kuansing Dr Dianto Mampanini dan Kepala Bapenda Jafrinaldi memimpin rapat teknis Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2020 di ruang Rapat Bapenda baru baru ini.

KUANSING (Riaupotenza.com) - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kuantan Singingu Kuansing terus berinovasi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski pendapatan retribusi daerah pada 2019 lalu mencapai 97 persen.

''Target PAD tahun ini senilai Rp101,2 miliar atau naik Rp14 miliar lebih dari tahun sebelumnya,'' kata Kepala Bapenda Kuansing Jafrinaldi, hari ini.

Mencapai target tersebut, Bapenda Kuansing sudah melaksanakan beberapa terobosan dan inovasi, diantaranya berkoordinasi soal PAD dengan sejumlah OPD yang mempunyai retribusi. ''Retribusi daerah bukan jadi kewenangan Bapenda melainkan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD),'' katanya.

Jafrinaldi juga meminta komitmen OPD agar retribusi yang ada di stakeholder masing-masing tercapai sesuai dengan yang ditargetkan.

''Komitmen itu nanti dibuat berita acaranya untuk masing-masing OPD. Sehingga semua retribusi menghasilkan PAD, jangan ada yang kosong lagi,'' katanya.

Pertemuan yang digelar dengan sejumlah OPD katanya, untuk menyamakan persepsi bahwa retribusi daerah bukan kewenangan Bapenda, melainkan masing-masing OPD.

Ada beberapa OPD yang memiliki kewenangan melakukan pendataan dan memungut retribusi daerah, di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, dan Dinas Perumahan dan Permukiman. ''Kewenangan memungut dan mendata itu mereka. Maka perlu straregi jitu untuk mendongkrak retribusi,''katanya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, realisasi pendapatan daerah Pemkab Kuansing pada 2019 lalu mencapai 97 persen yang bersumber dari pajak daerah, retribusi, dan dana perimbangan.

''Bahkan realisasi pajak sejumlah pos mampu melebihi target. Seperti PPJ non PLN, realisasinya mencapai 165 persen. Maka, kita optimis mampu mencapai target yang sudah ditetapkan,'' ujar Jafrinaldi, 

Di sisi lain, kontribusi PBB pada tahun 2020 mengalami kenaikan karena adanya perubahan atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). ''Kalau semua OPD bersinergi dalam mencapai realisasi PAD, kami yakin target tersebut bisa,'' ungkapnya.cil