Pegawai Dinas Kebudayaan Diberi Penyuluhan Bahaya Narkotika


riaupotenza.com

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Bekerja sama dengan DPC Granat Pekanbaru, pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga honorer, keamanan dan tenaga kebersihan di Dinas Kebudayaan Provinsi Riau diberi penyuluhan bahaya Narkotika di Gedung Olah Seni Kebudayaan, Rabu (22/1/2020). Adapun narasumbernya, Rahmad Alamsyah SH LLM dan Ari Satria SH.

Ketua DPC Granat Kota Pekanbaru, Mulyadi R Manalu SH mengaku, bangga dengan keberanian Kepala Dinas Kebudayaan Yoserizal Zen yang secara terang-terangan menyatakan perang terbuka terhadap Narkotika di lingkungan Dinas Kebudayaan Provinsi, mengikuti tes urine dan menantang seluruh eselon, staf, honorer dan tenaga kebersihan di instansi tersebut.

''Harapan saya untuk ke depan, keberanian bapak Yoserizal Zen ini menjadi contoh bagi kepala-kepala dinas di Kota Pekanbaru maupun Provinsi Riau,'' katanya.

Wakil Ketua DPC Granat Kota Pekanbaru, Wira Arya Permadi SH juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Tengku Arifin Dewan Penasehat DPC Granat Kota Pekanbaru selaku fasilitator kegiatan, dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau yang telah membuktikan komitmen dalam pencegahan dan pemberantasan Narkotika di lingkungan instansi yang dipimpinnya.

''Kita DPC Granat Kota Pekanbaru dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau sedang menjajaki kerjasama di bidang penanganan dan pencegahan Narkoba, apakah itu bentuknya kegiatan ataupun pacta integritas, kita lihat nanti,'' tambahnya.

''Kita juga sangat mengharapkan ada dinas-dinas ataupun instansi lain di Kota Pekanbaru maupun lingkungan Provinsi Riau yang membuka peluang kerjasama dengan DPC Granat Kota Pekanbaru dalam hal Penanganan dan Pencegahan Narkoba,'' sambungnya.

Sementara nara sumber, Rahmad Alamsyah mengatakan, saat ini banyak yang terjerumus menjadi penyalahguna atau pengguna Narkotika adalah orang-orang yang merasa tidak mendapat kebahagiaan. Setiap orang ingin bahagia dan Narkoba bukanlah jalan menuju kebahagian, dengan menggantungkan hidup kepada Tuhan Yang Maha Esa maka kebahagiaan sesungguhnya terletak di sana.

Sedangkan nara sumber lainnya, Ari Satria memaparkan, penguatan intensitas komunikasi di keluarga adalah titik awal dari pencegahan penyalahgunaan narkotika pada anak. Sebab dari ketidakpuasan mendapatkan perhatian di rumah adalah sebuah triger untuk mendorong seseorang menjadi pengguna. 

''Pendidikan di rumah yang abai sehingga tidak membentuk karakter anak yang anti terhadap hal-hal buruk tersebut, saya menghimbau kepada kita semua untuk menjalin komunikasi yang intens, memperhatikan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan setiap harinya,'' ungkapnya. rls/rpz