Penuhi Panggilan Jaksa, Kades Bukit Batu Langsung Ditahan


riaupotenza.com
Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti (tengah) didampingi Kasi Pidsus Agung Irawan dan Kasi Intel Nico Fernando saat konfrensi Pers di Ruang Pidsus Kejaksaan Negeri Bengkalis Senin (20/1/2020).(sukardi)

BENGKALIS (Riaupotenza.com) - Setelah melalui proses pemanggilan kepada tersangka Mantan Kepala Desa (Kades) Bukit Batu, JA atas dugaan tindak pidana korupsi pinjaman fiktif UED-SP akhirnya penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menahan JA, Senin (20/1/2020).

Mantan Kepala Desa (Kades) Bukitbatu, JA tak berkutik setelah dicerca sejumlah pertanyaan dalam pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi pinjaman fiktif Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) Tri Bukit Batu Laksemana, Desa Bukitbatu, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis.

''Hari ini kami resmi menahan satu tersangka atas nama mantan Kades Bukitbatu, J yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan dua tersangka lainnya sudah ditahan sebelumnya,'' ungkap Kajari Bengkalis, Nanik Kushartanti SH MH didampingi Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Agung Irawan SH dan Kasi Intelijen, Nico Fernando SH saat konferensi pers di Kantor Kejari, Jalan Pertanian, Senin (20/1/2020).

Menurut Nanik, mantan kades periode 2013-2019 ini dan dua tersangka lainnya yakni Andre W dan Subandi memiliki peran yang sama namun kapasitasnya berbeda-beda. Mantan Kades Bukitbatu, JA nempunyai kewenangan dan bertanggung jawab serta ikut menikmati pinjaman fiktif itu.

Tersangka JA ini, sempat menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik. Selanjutnya tersangka didampingi aparat digiring ke Lapas Kelas IIA Bengkalis untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. ''Tidak ada tanggapan, kami jalani dulu. Karena memang kami yang minjam,'' ujar mantan Kades Jafar singkat.

Seperti diinformasikan sebelumnya, tersangka Andre W selaku Ketua UEDSP, menghabiskan uang untuk konsumtif sebesar Rp499 juta, Subandi TU kurang lebih Rp312 juta lebih, dan sedangkan tersangka mantan Kades, Jafar Rp192,3 juta, penghitungan tersebut setelah dikurangi angsuran yang sudah dibayarkan. 

Ketiga tersangka akan dijerat dengan UU RI Nomor 31/2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, jaksa juga telah menahan dua tersangka pada kasus yang sama, yaitu Ketua UEDSP Andre Wahyudi, dan mantan TU Subandi, Senin (13/1/20) lalu. Atas dugaan korupsi penyelewengan itu, kerugian ditaksir mencapai Rp1,054 miliar. 

Modusnya para tersangka adalah pinjam nama orang terdekat sedikitnya sekitar 48 nama pemanfaat fiktif dan hanya dinikmati atau konsumtif para tersangka sendiri. Akibatnya kerugian ditaksir mencapai Rp1,054 miliar. kar