Pelantikan Eselon III dan IV, Ajudan Gubri dan Sekdaprov Dapat Jabatan


riaupotenza.com
Wagubri saat melantik pejabat eselon III dan IV.

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Kurang lebih sebanyak 500 pejabat eselon III dan IV dilingkungan Pemprov Riau resmi dilantik, Selasa (7/1/2020) di Ballroom Dang Merdu Gedung Bank Riau - Kepri. Dari ratusan pejabat eselon yang dilantik itu ajudan Gubri dan Sekdaprov dapat jabatan.

Pelantikan pejabat eselon III dan IV yang sempat ditunda kembali bermasalah karena molor. Terhitung hampir lebih kurang dua jam, barulah acara dimulai.

Sesuai surat undangan yang beredar, seharusnya pelantikan 500 lebih ASN Pemprov Riau ini dilaksanakan pukul 08.00 WIB. Ada penekanan didalamnya, bahwa ASN yang mendapat undangan pelantikan dan pengambilan sumpah harus hadir 15 menit sebelum waktu yang ditentukan.

Sedangkan, Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution yang menggantikan Gubernur Riau untuk melantikan ratusan pejabat itu sudah hadir di ruang transit gedung BRK tepat waktu. Atas keterlambatan ini, beberapa orang yang hadir diruangan Ball Room menjadi bertanya-tanya. Sebab, Wagubri ini dikenal sangat disiplin waktu.

Menurut informasi yang beredar, alasan pelantikan molor disebabkan Wagubri masih menyelesaikan adanya permasalahan yang belum diselesaikan. ''Wagubri sedang berdebat di ruang transit. Dia (Wagubri) marah-marah. Sepertinya ada permasalahan yang belum selesai soal pelantikan,'' sebut ASN yang enggan disebutkan namanya.

Ajudan Gubri dan Sekda Dapat Jabatan

Selain sempat molor, pelantikan pejabat Eselon III dan IV ini juga dipertanyakan beberapa pihak. Sebab, dari ratusan pejabat yang dilantik terdapat nama dua ajudan Gubernur Riau Syamsuar dan satu ajudan Sekretaris Daerah Provinsi. Ajudan yang dilantik itu diberikan jabatan sebagai kepala sub bagian (Kasubag) di Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Riau.

Kemudian, untuk dua ajudan Syamsuar tersebut yakni Raja Jehan Saputra dilantik sebagai Kasubag Hubungan Keprotokolan dan Alfi Sukrila sebagai Kasubag Tamu, Kepala Bagian Protokol, Biro Adpim Setdaprov Riau.

Selain ajudan Gubernur, Rogi yang merupakan ajudan Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya Indra Rasyid dilantik sebagai Kasubag Penggunaan Pengamanan dan Pemeliharaan Aset Sekda Bagian Administrasi Keuangan dan Umum Sekdaprov Riau.

Terkait pelantikan pejabat eselon III dan IV untuk Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru ini, mengakibatkan ratusan pejabat yang non job. Tak hanya itu, pada pelantikan itu juga terdapat pejabat yang mengalami demosi akibat penerapan SOTK baru.

Penyebab, non jobnya ratusan pejabat eselon III dan IV dilingkungan Pemerintah Provinsi Riau ini, menyusul pemberlakuan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOTK) baru. Dalam SOTK baru itu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilebur dan ada pula pula yang berganti. Misalnya saja Biro Humas yang berubah menjadi Biro Administrasi Pimpinan (Adpim).

Lalu Dinas Perkim dilebur ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Balitbang dilebur ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Setidaknya ada sembilan OPD yang berstatus demisioner, sehingga sejumlah jabatan tidak lagi bisa dijalankan oleh pejabat yang bersangkutan.

Tak hanya karena demisioner, Pemprov Riau juga melakukan mutasi sejumlah pejabat eselon III dan IV hari ini. Proses ini juga mengakibatkan beberapa orang tergeser bahkan ada yang nonjob.

Seperti di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) terdapat 20 jabatan. Mulai dari Kepala Dinas, Sekretaris, Kepala Bidang, Kasubbag dan Kepala Seksi (Kasi). Begitu juga di Dinas Perkim, setidaknya terdapat 21 jabatan. Begitu juga dengan Dinas PUPR yang terdapat 52 jabatan struktural.

Sembilan pejabat nonjob tersebut antara lain Andra Sjafril yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Dukcapil, Firdaus (Karo Humas), Asrizal (Kadis Perindustrian), Yul Wiriaty Moesa (Kadis Perdagangan), M Amin (Kadis Perkim), Dadang (Kadis PUPR), Arbaini (Kepala Balitbang), Ferry HC (Kadis Perkebunan), Tengku Hidayati (Kadis PPA).

Syamsuar juga menunjuk lima pelaksana tugas (Plt) untuk pengisian Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilebur karena Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru mulai diefektifkan tahun 2020.

"SOTK baru mulai hari ini kita efektifkan. Kita tunjuk Pelaksana Tugasnya (Plt) untuk mengisi SOTK baru. Untuk Plt harus orang yang menjabat," kata Gubernur Riau.

Gubri mengatakan, kelima pejabat yang ditunjuk Plt diantaranya Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Riau Herman (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan), Plt Kepala Dinas Perkebunan Riau Ahmad Syah Harrofie (Asisten I Setdaprov Riau).

Lalu Plt Kepala Dinas PUPR dan Perkim Riau M Taufiq OH, Plt Badan Perencanaan Pembangunan dan Balitbang Riau Yan Prana Jaya (Sekdaprov Riau), Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Riau Indrawati Nasution (Asisten III Setdaprov Riau).

Kemudian OPD yang dilebur, pejabat yang lama di demisioner. Seperti pak Dadang (Kadis PUPR), M Amin (Kadis Perkim), Asrizal (Kadis Perindustrian), Yul Wiriawati (Kadis Perdagangan), dan Feri HC (Kadis Perkebunan) sekarang menjadi staf biasa.

Tak Dapat Undangan Non Job

Bagi pegawai Eselon III dan IV yang tidak mendapatkan undangan pelantikan, maka mereka non job. ''Bagi pegawai eselon III dan IV yang tidak dapat undangan nonjob. Informasi lebih jelas, silahkan cek ke Satkernya, ada tidak namanya dalam daftar pelantikan,'' kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Ikhwan Ridwan.

Sebelum acara pelantikan, sebut Ikhwan, undangan pelantikan sudah dikirim ke masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk selanjutnya di sampaikan kepada pegawai yang akan dilantik.

''Undangan memang tidak langsung diberikan kepasa orangnya. Melainkan, diserahkan ke OPDnya. Karena sekarang semua sudah pakai sistem,'' terang Ikhwan.

Ditanya, penyebab Gubri batal melantik. Ikhwan mengatakan, orang nomor satu di Pemprov Riau itu sedang dalam rangka tugas diluar. rpz