DPRD Siak Periode 2019 2024 Miliki 8 Fraksi


riaupotenza.com

SIAK (Riaupotenza.com) - Sejak dinyatakan definitif pada 16 September 2019 lalu, DPRD Siak terus berbenah. Mulai dari penetapan ketua sementara, mengunumkan usulkan nama-nama calon pimpinan definitif hingga pembentukan fraksi-fraksi.

Ada 8 Fraksi, di DPRD Siak. Hal ini sebagaimana diumumkan dalam Paripurna ke-1 masa sidang pertama yang dipimpin ketua sementara, Zulkifki pekan kemarin, Senin (23.9.2019).

Adapun ke-8 Fraksi tersebut adalah:
1. Fraksi Golkar. Ketuanya Zulkifli
2. Fraksi PAN. Ketuanya Gustimar
3. Fraksi Gerindra. Ketuanya Paramananda Pakpahan
4. Fraksi PDIP. Ketuanya Rakip
5. Fraksi Keadilan Sejahtera. Ketuanya Sudarman
6. Fraksi Partai Demokrat. Ketuanya Syamsurizal
7. Fraksi Kebangkitan Pembangunan. Ketuanya Muhtarom
8. Fraksi Hanura Nasional (Hanas). Ketuanya Rusmin. 

Sekretaris DPRD Siak, Amrul menyebutkan, fraksi-fraksi di DPRD dimaksudkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan fungsi serta tugas dan wewenang DPRD serta hak dan kewajiban anggota DPRD.

Fraksi-fraksi, lanjutnya, juga sebagai wadah berhimpun anggota DPRD. Setiap anggota DPRD wajib menjadi anggota salah satu Fraksi. Setiap fraksi di DPRD beranggotakan paling sedikit 4 (empat) orang atau sama dengan jumlah komisi di DPRD. 

Partai Politik yang jumlah anggotanya di DPRD mencapai ketentuan sebagaimana dimaksud atau lebih dapat membentuk satu fraksi. 

Sementara dalam hal partai politik yang jumlah anggotanya di DPRD tidak memenuhi ketentuan sebagaimana diimaksud, anggotanya dapat bergabung dengan fraksi yang ada  atau membentuk fraksi Gabungan.

Fraksi Gabungan sebagaimana dimaksud dibentuk berdasarkan kesepakatan atau keputusan bersama. Dalam hal tidak ada satu partai politik yang memenuhi persyaratan untuk membentuk fraksi, maka dibentuk fraksi gabungan. 

Jumlah fraksi gabungan paling banyak dua fraksi. Partai politik harus mendudukkan anggotanya dalam satu fraksi. 

"Pembentukan fraksi dilaporkan kepada pimpinan DPRD untuk diumumkan dalam rapat paripurna DPRD.  Fraksi yang telah diumumkan dalam rapat paripurna bersifat tetap selama masa keanggotaan DPRD", beber Amrul, ditemui disela gelaran Paripurna ke-2 tentang pengambilan sumpah janji pimpinan DPRD di Gedung Panglima Ghimbam DPRD Siak, Senin (30.9.2019).

Adapun tugas dan wewenang Fraksi, dijelaskan Amrul sebagai berikut:

Menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi masing-masing anggota fraksi.

Menentukan dan mengatur segala sesuatu yang menyangkut urusan fraksi.

Meningkatkan kualitas, kemampuan, efisiensi dan efektifitas kerja para anggota.

Memberikan pandangan umum tentang pengambilan keputusan persetujuan atau penolakan atau kebijakan yang lain.

Memberikan pertimbangan kepada pimpinan DPRD mengenai hal-hal yang dianggap perlu berkenaan dengan bidang tugas DPRD baik diminta atau tidak diminta. adv

Palu DPRD Siak Kini Ditangan Azmi

SIAK (Riaupotenza.com) - Setelah beberapa hari dipimpin ketua sementara, Zulkifli, akhirnya "Palu" DPRD Siak digenggam Azmi, menyusul prosesi pengambilan sumpah janji Pimpinan DPRD Siak dalam sidang Paripurna DPRD Siak, Senin (30.9.2019).

Azmi adalah politisi Partai Golkar. Selain Azmi dua pimpinan lainnya selaku wakil ketua, juga dinyatakan definitif. Yakni Fairus dari PAN dan Androi Ade Rianda dari Partai Gerindra.

Sebelumnya, Azmi yang juga Sekretaris DPD II Golkar Siak ini ditetapkan sebagai ketua DPRD Siak berdasarkan Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor R-1016 Golkar IX 2019 yang diteken oleh Sekjend Partai Golkar Lodewijk F Paulus bersama Ketua Korbid Kepartaian Ibnu Munazir 12 September 2019.

Demikian halnya, Fairus dan Androi. Keduanya juga telah ditetapkan partainya masing-masing sebagai unsur pimpinan DPRD Siak menyusul raihan kursi yang mendudukkan PAN dan Gerindra sebagai peraih kursi terbanyak kedua dan ketiga setelah Golkar.

Setelah itu, pada tanggal 23 September, DPRD Siak dipimpin ketua sementara, Zulkifli menggelar sidang paripurna dengan agenda pengumuman pengusulan nama -nama pimoinan DPRD Siak.

Sebelumnya pada 16 Agustus 2019 DPD II Partai Golkar menjaring empat nama untuk disodorkan menjadi calon ketua DPRD Siak ke DPP Golkar. Tiga legislator incumbent, sisanya pendatang baru.

Sosok-sosok itu antara lain Azmi, Tarmijan, Ketua DPRD Siak periode 2014-2019 Indra Gunawan dan mantan Camat Tualang, Zulkifli, yang sempat menjadi ketua sementara. adv

DPRD Siak Ingatkan Pemkab Prioritaskan Program yang Bersentuhan Langsung dengan Publik

SIAK (Riaupotenza.com) - Sejak awal pekan ini, APBD Kabupaten Siak 2020 sudah mulai dibahas dan secara maraton terus dibahas. Mengenai hal ini, DPRD Siak mengingatkan betul kepada Pemkab Siak supaya tetap memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan publik. Sehingga anggaran benar-benar bermanfaat bagi kemajuan pembangunan Siak.

Pemkab Siak sendiri sudah menyampaikan pengantar nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 sebesar 2,1 triliun rupiah dengan surplus sebanyak 50 miliar rupiah. Ketua DPRD Siak Azmi menyampaikan bahwa nota keuangan tersebut nantinya akan dibahas di tingkat komisi. Demikian juga nantinya akan disampaikan pandangan fraksi-fraksi.

Politikus Golkar ini menambahkan, banyak perhatian persoalan Pemkab Siak terhadap RAPBD 2020. Hal ini seperti yang disampaikan setiap fraksi yang menuntut pemerintah daerah agar meningkatkan pagu anggaran tahun mendatang.

Tentang penyampaian pandangan umum Fraksi DPRD Kabupaten Siak terhadap nota keuangan RAPBD, rapat dipimpin langsung Ketua DPRD H Azmi SE dan dihadiri oleh 32 anggota dewan sebagai mana syarat kuorum telah terpenuhi. Digelar Selasa (15.10.2019). Juru bicara fraksi yang menyampaikan pandangan umumnya tentang nota keuangan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Kabupaten Siak tahun anggaran 2020 terdapat delapan fraksi. Dari Fraksi Golkar H Sumaryo, Fraksi PAN H Ridha Alwis, Fraksi Gerindra diwakili, kemudian Fraksi PDIP Rakip. Lebih lanjut dari Fraksi PKS adalah Sudarman, Fraksi Demokrat Samsurijal, Fraksi FKP Muhtarom dan Fraksi Han-Nas Nelson Manalu. Dalam rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Siak H Alfedri, pimpinan dan seluruh anggota dewan, forkopimda, pimpinan BUMD, Dandim dan ketua KPU.

Secara menyeluruh perihal RAPBD 2020 yang tengah dibahas, belanja daerah direncanakan sebesar 2,05 triliun rupiah terdiri dari belanja tidak langsung 1,12 triliun rupiah  dan belanja langsung sebesar 925,8 miliar rupiah. Sehingga terdapat surplus anggaran 50 miliar rupiah. Hal ini berdasarkan laporan Bupati Siak dalam rapat. Secara terperinci, belanja tidak langsung itu terdiri belanja pegawai direncanakan sebesar 743,4 miliar rupiah, belanja subsidi 11,3 miliar rupiah, belanja hibah 52,9 miliar rupiah,  belanja sosial 35,7 miliar rupiah. Kemudian ada belanja bagi hasil pemerintahan desa direncanakan sebesar 12,4 miliar rupiah, bantuan belanja bantuan keuangan pemerintah dan partai politik 269,7 miliar rupiah, dan belanja tak terduga 1 miliar rupiah.

Sementara itu belanja langsung yang sebesar 925,8 miliar rupiah terdiri dari belanja pegawai 27,2 miliar rupiah dan belanja barang dan jasa 687,1 miliar ,rupiah dan belanja modal 211,4 miliar rupiah. Selanjutnya ada pembiayaan dianggarkan sebesar 100 miliar rupiah yang berasal sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya. Semua belanja tersebut dilakukan berdasarkan penerimaan pendapatan yang diproyeksikan sebesar 2,1 triliun rupiahrupiah. Angka tersebut berasal dari komponen pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang sah.

Dari PAD direncanakan diperoleh pendapatan sebesar 237,7 miliar rupiah. Berasal daripajak daerah 104,4 miliar rupiah Retribusi 19,8 miliar rupiah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 72,4 rupiah, dan Lain-lain PAD yang sah 41,8 miliar rupiah. Kemudian dari dana perimbangan diproyeksikan akan ada pendapatan sebesar 1,53 triliun rupiah. Berasal dari DBH 1,05 triliun rupiah, Dana Alokasi Umum 405,9 miliar rupiah, Dana Alokasi Khusus non fisik 76,8 miliar rupiah. Selanjutnya dari lain-lain pendapatan daerah yang aah ada sebesar 330,5 miliar rupiah. Rinciannya dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya direncanakan 115,2 miliar rupiah, dana penyesuaian dan otonomi khusus 159,3 miliar rupiah, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah lainnya direncanakan sebesar 55,9 miliar rupiah. adv

Azmi dan Sujarwo jadi Tamu OCD di SDN 01 Suak dan SMPN 1 Siak

SIAK (Riaupotenza.com) - Ketua DPRD Kabupaten Siak H Azmi SE bersama anggota DPRD Siak Sujarwo yang juga Ketua Komisi II yang membidangi keuangan daerah, Kamis (7.11), turun ke SDN 01 Suak Lanjut dan SMPN 1, menyaksikan Sehari Belajar di Luar Kelas atau outdoor classroom day (OCD).

Menurut Kepala SD 01 Suak Lanjut Hj Andrayanti SPd, dengan kegiatan itu diharapkan adanya kedekatan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada murid dan siswa.

“Kami melakukan kegiatan mulai dari literasi, bernyanyi bersama dan gotong royong,” ungkapnya.

Sementara Kepala SMPN 1, Arniza bangga atas kedatangan kedua alumninya. Bahkan kedua alumni SMPN 1 itu, Azmi dan Sujarwo disambut dengan nyanyi dan joget bersama.

“Saya bangga alumni SMPN ini menjadi pejabat dan berkunjung ke sini. Tidak ada gembiraan yang lebih sempurna bagi seorang guru, selain melihat anak yang diajarnya menjadi orang sukses dan bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya.

Sementara Azmi mengaku bangga bisa berkunjung ke sekolahnya dulu dan tanpa sungkan dia bernyanyi dan berjoget bersama dengan adik kelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Sujarwo. Menurutnya sebagai alumni SMPN 1, ada kebanggaan bisa kembali dan berkumpul dengan para guru dan adik adik kelasnya. Hal ini merupakan momen yang langka. adv