Warga Perumahan Lembah Sari Minta Wakil Ketua DPRD Tangani Masalah Banjir


riaupotenza.com
Reses diputaran terakhir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Syaiful Ardi di Perumahan BTN Lembah Sari, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau. =MAZWIN

DURI (Riaupotenza.com) - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Syaiful Ardi melakukan kegiatan Reses putaran terakhirnya di Perumahan Lembah Sari, RW 07 Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Sabtu (7/12/2019) malam. Dalam kegiatan menjemput aspirasi masyarakat di Kelurahan Babussalam tersebut, Syaiful Ardi dicurhati masalah banjir yang kerap terjadi menggenangi perumahan BTN ini.

Diawali sepatah dua patah kata dari Ketua RW 07 Kelurahan Babussalam, Tajuddin Nur mengajak masyarakat untuk tidak sungkan-sungkan memberikan aspirasi serta masukannya untuk disampaikan langsung kepada anggota DPRD Bengkalis, Syaiful Ardi.

"Malam ini malam berharga bagi kita. Karena kita kedatangan tamu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Bapak Syaiful Ardi. Kalau ada saran dan usulan tolong nanti sampaikan ke Bapak Dewan. Mudah-mudahan
usulan atau aspirasi yang bapak/ibu sampaikan, akan ditanggapi dengan pembangunan yang akan diperjuangkan oleh Wakil Ketua DPRD kita, Bapak Syaiful Ardi," katanya.

Dalam kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan aspirasi, usulan dan masukan. Masyarakat Perumahan BTN Lembah Sari langsung menyampaikan keluhan mereka selama tinggal di perumahan tersebut. Warga mengeluhkan setiap kali hujan lebat mereka pasti mengalami kebanjiran. "Kalau hujan, perumahan kami ini pasti banjir. Itu yang selalu kami rasakan," curhat salah seorang warga.

Air masuk ke dalam rumah, menggenangi perumahan, keluh mereka. Celakanya, kata mereka lagi, genangan air banjir merata dialami oleh warga perumahan BTN Lembah Sari tersebut. "Harapan dan impian kami warga disini, Bapak Syaiful Ardi yang berada di jajaran tertinggi di Kabupaten Bengkalis selaku Wakil Ketua DPRD, dapat menindaklanjuti masalah kami ini," harapnya.

Hal itu turut dibenarkan warga lainnya. Kondisi itu, menurutnya, akibat terputusnya pembangunan drainase. Ada dua titik, sehingga setiap hujan deras turun akibatnya selalu kebanjiran.

"Kalau ini tidak segera disambung pembangunannya, takutnya akan rubuh. Ini sudah diusulkan sebenarnya di Musrenbang, tapi sampai saat ini belum juga ada realisasinya," timpal warga lain.

Sementara itu, warga lainnya juga menyebutkan persoalan drainase memang diduga kuat menjadi penyebab terjadinya banjir disitu. Warga ini bahkan mengusulkan, sebelum dibangun harus dilakukan atau pakai survey terlebih dahulu. Kenapa, karena di parit itu air selalu terkumpul ditengah, tidak mengalir. "Saya yakin, kalau disurvey terlebih dahulu tidak akan terjadi banjir," tukasnya.

Sementara itu, Syaiful Ardi mengatakan untuk hal ini diperlukan proaktiv dari Pak RT dan Pak RW, juga masyarakat untuk memberi masukan. "Masalah parit ini tidak terlepas dari kontrol kita lingkungan sendiri. Kadangkala, masyarakat ini tidak semua juga yang mau mengorbankan tanahnya digali didepan rumahnya. Terkendala disini hal-hal untuk parit lingkungan ini. Begitu juga dengan jalan. Kadang-kadang jalan satu meter pun tidak mau juga menyumbangkan. Disinilah terkendalanya Pemerintah Kabupaten Bengkalis ini untuk membangun di daerah masing-masing itu," ungkapnya.

"Tapi insya Allah, untuk kedepan untuk RT 01 dan RT 07 di RW 07 ini karena sudah ada pencerahan dari kita semua. Apabila nanti terkena tanahnya untuk pembangunan, segerakanlah berkorban bapak/ibu. Ini tabungan kita untuk di akhirat nanti," pesan Syaiful Ardi. 

Di kesempatan Resesnya itu, Syaiful Ardi sekaligus juga memberikan bantuan secara pribadi, untuk Mushalla Al Ilham di Perumahan BTN Lembah Sari tempat dilaksanakannya kegiatan Reses. maz