Tolak Disebut 'Berjudi' Warga Teluk Datangi Kantor Camat


riaupotenza.com
Warga Desa Teluk saat berada di Kantor Camat Kuala Kampar terkait bantahan masalah judi.

KUALAKAMPAR (Riaupotrnza.com) - Seratusan warga Desa Teluk mendatangi Kantor Pemerintahan Kecamatan Kuala Kampar di Kelurahan Teluk Dalam. Warga menolak jika judi menjadi tradisi warga setempat, termasuk Suku Akit. Kalau pun ada perjudian itu hanya oknum masyarakat saja yang melakukannya.

‘’Ya, kami menolak jika dikatakan Desa Teluk menjadikan judi sebagai tradisi. Kalau pun ada, ya itu hanya segelintir orang saja. Jadi, jika ada sumber yang mengatakan judi itu marak atau bebas itu adalah hoax,’’ kata Junaidi, Ketua BPD Desa Teluk paska mendatangi Kantor Camat Kuala Kampar, Senin  (2/12/2019).

Junaidi yang juga tokoh Adat Suku Akit di Desa Teluk ini mengatakan, kedatangan warga ke Kantor Camat Kuala Kampar tak lain sebagai upaya untuk memulihkan nama desa dan warga setempat. 

‘’Bisa jadi video dan foto yang disebarkan sumber adalah tempat lain, lalu disebut desa kami karena ingin menjadikan desa kami jelek,’’ imbuhnya lagi sambil meyakinkan bahwa warga juga akan taat pada hukum yang berlaku.

Kesempatan yang sama Bhabinkamtibmas Brigadir Masri membenarkan adanya seratusan warga Desa Teluk mendatangi Kantor Camat Kuala Kampar. '‘Iya bang memang ada. Saya berusaha memediasi dan menenangkan suasana hingga ke kantor camat atas permintaan masyarakat. Juga ada tokoh masyarakat Suku Akit, orang tua serta bersama pihak Pemdes setempat,’’ jelasnya.

‘’Intinya warga minta dipulihkan nama desanya, termasuk menyangkut nama suku (Suku Akit,red),’’ ujar Brigadir Masri yang mengaku terus berupaya melakukan pendekatan dan penyuluhan sadarkum bagi warga desa tempat dirinya dinas.

‘’Mudah-mudahan dalam pertemuan berikutnya dengan pihak kecamatan ada hasil yang lebih positif lagi,’’ harap Bhabinkamtibmas Desa Teluk ini.

Para rapat yang berlangsung di aula Kantor Camat, pihak kecamatan dihadiri juga Kasi Trantib Nganjut serta Danru Hafiz.

Mencuatnya masalah ini sebelumnya setelah warga menyampaikan keluhan kepada media terkait aktivitas perjudian di salah satu desa yang ada di Pulau Mendol tersebut. amr