Penyelerasan Kurikulum Program SMK 4 Tahun Resmi Diterapkan di SMK Migas Teknologi Riau


riaupotenza.com
Foto bersama Kepala SMK Migas teknologi Riau, Nila Fitria Sari SAk dengan narasumber usai acara penyelelarasan program SMK 4 tahun.

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Migas Teknologi Riau menggelar forum diskusi  Penyelarasan Kurikulum program SMK 4 tahun (dua system) dengan kompetensi keahlian Geologi Pertambangan bersama SMK Negeri 5 Pekanbaru, kemarin.

Dengan menghadirkan  narasumber dari Universitas Negeri Padang (UNP) , perusahaan setempat, perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau serta  KBTBT Sawah Lunto.

Tujuan penyelasaran ini dikatakan Nila Fitria Sari SAk,  Selaku Kepala SMK Migas Teknologi Riau mengatakan untuk mempersiapkan siswa SMK dan mempetajam skill yang akan digunakan di dunia industri, wirausaha dan Universitas yang memilki juruasan Geologi Pertambangan serta mengurangi pengangguran di Riau yang hanya tamatan SMK saja. 

Nila lebih jauh menjelaskan dengan mengikuti kesuksesan SMK pembangunan,  siswa SMK bisa  langsung bekerja sesuai dengan bidangnya masing masing. Karena sebut Nila, pertambangan di Provinsi Riau sendiri identik dengan perminyakan sehingga memiliki peluang besar bagi siswa - siswi SMK Migas teknologi Riau.

“Dengan jangka waktu  siswa yang melaksanakan praktek kerja lapangan selama 6 bulan hingga 1 Tahun, siswa mendapatkan ilmu lebih di lapangan. Karena  di SMK Migas Teknologi Riau ini tidak tersedianya peralatan praktek bagi siswa, dengan adanya penyelarasan SMK 4 tahun siswa dapat menambah ilmu praktek secara langsung, dan Program ini akan berjalan di tahun 2020/2021,” tambah Nila. 

Nila juga menyebutkan banyak keuntungan dari SMK 4 tahun tersebut yaitu siswa bisa langsung magang di industri,  dunia usaha, keselarasan dengan Universitas  Politeknik dan Universitas yang memiliki jurusan yang sama yakni Geologi Pertambangan, serta siswa SMK mahir dalam berbahasa asing. 

Sementara itu, Kajur  Geologi Pertambangan UNP, Fadila menyebutkan sampai saat ini belum ada bentuk keselarasan antara Sekolah dan dunia wirausaha. Untuk itu  pemerintah  perlu memperhatikan  kapasitas yang dimiliki SMK untuk terjun langsung ke dunia usaha dan industri. 

Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawah Lunto, Dr Asep Rahman program SMK 4 tahun tersebut merupakan sesuatu yang penting dan segera dilakukan. SMK Migas Teknologi Riau benar - benar menunjukkan profil yang dibutuhkan dunia indutri. “ karena Sumber pengangguran itu bukan berada pada tingkat SMK,” Cetus Asep. 

Lalu ditambahkan Kepala Teknik Tambang Pengembangan PT Investasi Riau, Budi Anjasmara ST menyebutkan  untuk mempersiapkan anak didik  yang punya kemampuan dan daya saing di dunia industri, skill siswa harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Lulusan SMK hendaknya mampu menempatkan  diri pada bidang dan keahlian yang dimilki. "Sehingga siswa SMK benar benar siap terjun ke dunia kerja dan diposisikan sesuai keahlianya," sebut Budi. Jel