Pemko Ambil Alih Pengelolaan Sejumlah JPO


riaupotenza.com
Yuliarso

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan mengambil alih pengelolaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) disejumlah tempat yang tersebar di beberapa ruas jalan di Pekanbaru dari pengelola saat ini oleh pihak ketiga. 

Pasalnya, sejumlah JPO terlihat sudah rapuh dan tidak terawat lagi selama dalam pengelolaan pihak ketiga.  Pemko Pekanbaru memberi batas waktu atau deadline hingga akhir November kepada pengelola untuk menyerahkan dokumen hibah aset ke Pemko Pekanbaru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso mengatakan, sebanyak sebelas pengelola JPU telah diundang dalam rapat pada 8 November kemarin. Namun, dalam rapat hanya sembilan pengelola JPO yang hadir.

"Intinya kita minta mereka supaya menyerahkan JPO yang telah dikelola selama lima tahun. Agar para pengelola JPO ini tertib administrasi dan sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," Kata Yuliarso, Rabu (13/11/2019). 

Menurutnya, usai rapat kemarin jika pengelola tidak mengindahkan, Dishub akan mengambil tindakan yang diperlukan kepada pengelola baik secara bertahap ataupun langsung. 

Ada enam JPO yang dokumennya belum diserahkan pengelola, yaitu JPO depan Giant Soebrantas, JPO Tabek Gadang, JPO depan hawai, JPO di simpang Jalan pelajar, JPO Ratu Mayang Garden, dan JPO Sudirman dekat modelux.

Diakuinya, pihaknya sudah tiga kali meminta agar para pengelola dapat menyerahkan dokumen hibah ke Pemko Pekanbaru. 

"Kita harapkan pengelola supaya segera menyerahkan dokumen hibah aset ke kita. Karena selama beberapa tahun belakangan ini, pemilik sudah banyak memerima manfaat dari JPO yang dibangun," pungkasnya. 

Pihaknya pun akan kembali mendata secara keseluruhan kondisi fisik JPO. JPO yang sudah tidak terawat atau rusak akan kembali di revitalisasi, agar JPO tersebut layak dan dimanfaatkan oleh pejalan kaki.

"Kita buat JPO itu supaya bermanfaat bagi orang banyak. Dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Karena, kita masih lihat banyak JPO yang rusak dan perlu direvitalisasi. Paling lambat akhir November ini sudah diserahkan ke kita," ungkapnya. rpz