Sejumlah Bando Jalan Diduga Ilegal, Satpol PP Siap Tertibkan


riaupotenza.com
Agus Sumarno

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru masih menunggu rekomendasi dari instansi terkait untuk penertiban sejumlah bando atau tempat pemasangan reklame iklan yang membentang disejumlah ruas jalan di Pekanbaru. 

Kepala Satpol PP Pekanbaru, Agus Pramono mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan rekomendasi maupun instruksi terkait penertiban sejumlah bando jalan itu. 

"Kita belum ada rekomendasi dari dinas terkait untuk penertiban bando jalan itu. Kalau memang ada instruksi, ya kita tertibkan," kata Agus Pramono, Selasa (12/11/2019). 

Menurut Agus, dinas terkait yang lebih tepat untuk merekomendasikan kepada pihaknya untuk melakukan penertiban. Sebab mereka yang mengetahui berizin atau tidaknya bando jalan itu. Dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) harus merekomendasikan ke Satpol PP untuk langkah penertiban. 

"Kan mereka yang memeriksa administrasi nya itu. Mereka lah yang lebih tau. Intinya kita menunggu koordinasi dari mereka," terangnya. 

Agus mengatakan, terkait hal itu masuk kedalam ranah perizinan. Seperti apa aturan dan bentuk posisi bando yang diperbolehkan, OPD Teknis yang lebih akurat mengetahui tentang aturan tersebut. 

"Saya gak tau juga pendirian bando itu dulu seperti apa, pengelolaan nya bagaimana. Mereka yang lebih tau. Prinsipnya saya lebih mengedepankan OPD teknis lebih dulu, baru bisa kita bergerak," tegas Agus. 

Ditempat terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan DPMPTSP Pekanbaru, Quarte Rudiyanto mengatakan, izin untuk pendirian bando memang tidak dikeluarkan oleh pihaknya. 

"Izin bando jalan itu, kalau untuk IMB (Izin Mendirikan Bangunan) kita tidak pernah mengeluarkan," ujar Quarte.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak dapat mengeluarkan izin pendirian bando jalan itu, karena posisi bando yang tidak sesuai dengan aturan tata ruang kota. Dari datanya ada sekitar enam bando yang berdiri di beberapa ruas jalan. 

"Izinnya tidak bisa kita keluarkan, karena bando itu pasti memakai Garis Sempadan Bangunan (GSB)," terangnya.

Ia juga tidak menampik, bahwa beberapa bando jalan itu ilegal karena tidak mengantongi izin dari Pemko Pekanbaru. Namun, terkait penertiban bando jalan yang tersebar dibeberapa jalan akan ia laporkan ke pimpinannya untuk segera dilakukan penindakan kepada pengusaha bando tersebut. 

Penertiban bando ini akan berakhir pada pembongkaran oleh Pemko Pekanbaru, apabila pemilik bando tidak membongkar sendiri setelah diperingati. rpz