Proyek Rehab Terkesan Asal-asalan

Alamak !! Pekerjaan Proyek Disdik di SDN 42 Mandau Mengecewakan


riaupotenza.com
Proyek rehabilitasi SD Negeri 42 Mandau menuai kekecewaan. =MAZWIN

DURI (Riaupotenza.com) - Pekerjaan Proyek Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis berupa rehabilitasi bangunan SD Negeri 42 Mandau di Jalan Mulia, Kota Duri mengecewakan sejumlah pihak.

Bagaimana tidak, proyek yang dibangun mengunakan anggaran APBD Bengkalis tahun 2019 sebesar Rp199.500.000 itu, dinilai tak sesuai dengan kondisi pekerjaan rehab yang telah dilakukan.

Apalagi, dengan nilai budget sebesar itu, rekanan hanya mengerjakan rehab teras, plafon, cat dan penggantian 3 kusen saja.  Sehingga tak ayal, proyek rehab SD Negeri 42 Mandau ini diduga tak sesuai anggaran.

Hal itu sebagaimana disampaikan langsung Kepala SD Negeri 42 Mandau, Elnofi Noza yang rupanya juga dipensiunkan tanpa kejelasan. Elnofi mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek rehab sekolahnya yang terkesan asal-asalan itu.

"Saya kecewa dengan rehab proyek yang dikerjakan. Awalnya hanya 3 kusen yang diganti, tapi setelah saya dan komite protes. Barulah ada 13 kusen jendela yang diganti. Setelah itu, baru ada rehab keramik teras, plafon dan cat. Total anggarannya Rp 199,5 juta. Bisa dicek langsung kondisi rehab dengan anggaran rehab sebesar itu," tukasnya.

Elnofi menjelaskan, awalnya sekolahannya yang saat ini tengah berpolemik masalah merger ke SDN 24 Mandau yang masih berada dalam satu kawasan itu, mendapat bantuan proyek pembangunan kantor. Namun kemudian proyek di alihkan ke rehab lokal.

"Awalnya kami dapat bantuan pembangunan kantor, karena kami memang tak punya kantor. Tapi saat konsultan turun, pihak sebelah (SDN 24, red) mengatakan mau buat kantor dimana, lahannya saja tak ada. Akhirnya pembangunan kantor dibatalkan. Tapi karena kami tanyakan anggaran itu akhirnya dapatlah bantuan rehab lokal," terang Elnofi.

Karena kondisi rehab yang terkesan asal-asalan itulah yang kemudian menjadi permasalahan. Pasalnya, tidak hanya dirinya yang protes, wali murid dan komite pun sudah menyampaikan kekecewaan mereka terhadap proyek rehab itu.

"Kami juga heran melihat proyek yang dikerjakan. Kerjanya hanya seperti ini. Ganti keramik teras lokal, plafon, cat dan beberapa kusen, namun anggarannya hampir mencapai Rp 200 juta. Tak sebanding anggaran yang ada dengan rehabnya," timpal Dewi, salah seorang wali murid yang ikut diajak berkeliling dengan Kasek dan sejumlah media melihat kondisi proyek senilai Rp200 juta itu.

Terkait soal proyek Dinas Pendidikan, Kabupaten Bengkalis yang diduga asal-asalan itu, Kepala Dinas Pendidikan Bengkalis, Edi Sakura tak bisa dihubungi. maz