Usut Dugaan Penyimpangan Proyek PJU di Tiga Kecamatan

Jaksa Agendakan Pemanggilan Pihak Terkait


riaupotenza.com
Agung Irawan SH

BENGKALIS (Riaupotenza.com) - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menjadwalkan pemanggilan pihak terkait dugaan penyimpangan proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) tiga kecamatan di Kabupaten Bengkalis.

Hal itu disampaikan Kajari Bengkalis melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Agung Irawan SH, Kamis (31/10/2019).

"Karena kami sudah menerima laporan tersebut, tentunya kami akan menelaah secepatnya, terkait dengan laporan dugaan korupsi proyek PJU di tiga kecamatan, sesuai dengan data dan laporan yang kami terima," kata Agung Irawan saat ditemui diruang kerjanya.

Menurut Agung, dalam laporan itu tentunya akan dilihat dari sejumlah aspek dan alat bukti yang ada. Pertama, apakah ada unsur pidana korupsinya atau tidak. Jika memang ada tentunya, kasus ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan proses pemeriksaan dan kemudian tindakan-tindakan lain yang diperlukan.

Kedua, sambung Agung, jika hasil dari penelaahan tersebut ada unsur tindak pidana korupsinya. Maka, secepatnya akan disampaikan kepada pelapor, tentang apa perkara ini.

"Apakah ada unsur pidana korupsinya atau tidak. Kalau memang ada kami akan tindaklanjuti, dengan proses pemeriksaan dan kemudian tindakan-tindakan yang diperlukan. Tetapi, jika hasil dari penelaahan tersebut tidak ada unsur tindak pidana korupsinya, ya kami akan sampaikan kepada pelapor, tentang apa yang sudah kami terima dari data-data yang diperoleh," ujar Agung lagi.

Untuk proses ini juga, katanya lagi, pihak Pidsus akan mencoba meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait di Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanakan Kabupaten Bengkalis, selain itu juga kepada pihak rekanan PT MTI.

"Untuk pastinya kami akan coba meminta klarifikasi, terhadap pihak-pihak yang ada dalam dugaan tindak pidana korupsi ini, kami nantinya pun akan menelaah dulu, data-data akan dapat disimpulkan," paparnya.

Ia juga mengaku, hasil klarifikasi ini nantinya akan diketahui minggu depan."Minggu depan sudah publis dan bisa diketahui seperti apa perkaranya. Sebab, ini berkaitan dengan agenda, karena kami akan undang, apakah bisa hadir atau tidak untuk klarifikasi, maka disesuaikan dengan jadwal yang bersangkutan," ungkapnya. kar