Bersama Tim Yustisi, Disperindag akan Tertibkan Pasar Liar


riaupotenza.com
Ingot Ahmad Hutasuhut

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru meminta dukungan dari tim yustisi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk dapat menertibkan pasar liar yang tersebar di sejumlah titik. 

Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, penertiban pasar liar tidak hanya dapat dilakukan oleh pihaknya saja. Namun, butuh dukungan dari beberapa Dinas terkait lainnya, seperti Satpol PP maupun Camat selaku kepala wilayah di tempat pasar liar tersebut berdiri. 

"Yang dikatakan pasar liar itu kan dimana mereka berjualan tidak pada tempatnya. Tidak ada izinnya, ini yang kita harapkan dapat ditertibkan bersama tim yustisi," kata Ingot Ahmad Hutasuhut, Senin (21/10/2019). 

Menurutnya, keberadaan pasar liar tersebut berdampak terhadap sepi nya minat masyarakat untuk ke pasar tradisional, maupun pasar yang dikelola oleh Pemko Pekanbaru. Saat ini sudah ada sekitar puluhan pasar liar yang berdiri di sejumlah titik di Pekanbaru. Pasar liar ini juga yang menyebabkan, sejumlah masyarakat menjadi enggan ke pasar tradisional. 

Ditegaskannya, pasar kaget yang kerap didirikan di sekitar pemukiman masyarakat juga termasuk ke dalam pasar liar. Sebab pasar kaget tersebut tidak memiliki izin dari Pemko Pekanbaru. 

"Sekelompok orang yang berjualan dipinggir jalan, termasuk pasar kaget. Itu pasar liar, tidak ada izinnya. Dan kita sudah berkali-kali juga menegur pengelola pasar kaget itu," tegas Ingot. 

Ia memastikan, keberadaan pasar kaget tidak ada memiliki izin alias ilegal. Pedagang hanya boleh berjualan ditempat yang di izinkan, atau yang memiliki izin. 

"Ini perlu tindakan yang tegas dan komprehensif. Kita berharap juga tim yustisi untuk mengimplementasikan penertiban ini," ujar Ingot. 

Kembali ditegaskannya, keberadaan barang dagangan yang dijual di pasar liar tersebut tidak ada jaminan produk, tidak ada pengawasan sama sekali dari pihak yang berkompeten. Sehingga masyarakat lebih rentan mengkonsumsi terhadap barang-barang yang tidak ada jaminannya. 

Ia juga meminta kepada kepala wilayah, seperti camat dan lurah untuk tidak memberikan izin terhadap keberadaan pasar liar atau pasar kaget tersebut. Para pedagang yang berjualan di pasar liar tersebut dapat berjualan di pasar yang telah disiapkan oleh Pemko Pekanbaru. 

"Jangan lagi kita bikin pasar liar lah, pasar itu gak bisa sembarangan. Harus ada kajian dampak lingkungannya, dampak terhadap lalu lintas nya. Dan harus ada izin dari pemko yang dikeluarkan oleh DPMPTSP," ungkap Ingot. rpz