Cegah Karhutla, Puluhan Perusahaan Perkebunan 'Dipanggil'


riaupotenza.com
Suasana pertemuan Kapolres Pelalawan bersama puluhan pihak perusahaan sepakat cegah Karhutla.

PELALAWAN (Riaupotenza.com) - Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua SIk MSi mengumpulkan puluhan manajamen perusahaan perkebunan yang ada di wilayah hukumnya. Tujuannya  bukan untuk diperiksa, tapi dalam rangka menyatukan persepsi dalam langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan ini berlangsung di Aula Meranti Mapolres, Pelalawan, Senin (21/10/2019).

'’Berdasarkan prediksi BMKG, tahun depan kita akan memasuki kemarau yang sangat kering, sehingga mulai dari sekarang kita tentukan langkah-langkah kedepan agar jangan kita saling salah menyalahkan. Karena  yang harus kita cari yaitu solusi kedepan bersama elemen yang lain sehingga karhutla 2020 dapat Zero Api,’’ kata Kapolres usai memperkenalkan dirinya dan terkait pelaksanaan Silaturahmi bersama perusahaan dan perkebunan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan karlahutla tahun 2020 Kabupaten Pelalawan, kemarin.

‘’Kegiatan ini untuk menyatukan persepsi dalam langkah-langkah pencegahan dan penanganan karhutla nantinya,’’ imbuhnya.

Dihadapan lebih kuran 60 Manager serta Humas Perwakilan Perusahaan dan Perkebunan di wilayah Kabupaten Pelalawan yang hadir dhadiri pejabat Polres sendiri, mantan Kapolres Rohul ini menyebuykan, ada beberapa kendala yang dihadapi dilapangan sehingga rawan terjadinya Karhutla.

‘’Diantaranya lahan gambut, musim kemarau yang panjang, semak belukar yang kering, angin kencang, minimnya sumber air serta akses menuju titik api  sulit,’’ ungkap Kapolres mengidentifikasi diantara masalah karhutla terkait penanganan dan pencegahan di lapangan.

Hal lain yang perlu diperhatikan sambung M Hasyim melakukan pemetaan wilayah di seputar perusahaan dan bersama masyarakat untuk ikut dalam penanggulangan Karlahut. Dan sebagai salah satu upaya pencegahan.

Kaporles juga mengapresiasi kepada perusahaan yang memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkhusus pada sekolah-sekolah terkait dengan Karlahut dengan tujuan memberikan pemahanan dini kepada pelajar terkait dengan dampak dari kebakaran hutan.

Bahkan Kapolres menyatakan kebanggaannya sampai Oktober 2019 ini ada tiga kecamatan yang Zero Kebakaran. ‘’Pada tahun 2019 terdapat 3 Kecamatan yang Zero Kebakaran Hutan yaitu Kecamatan Pangkalan Lesung, Kecamatan Bandar Seikijang dan Kecamatan Bandar Petalangan,’’ beber Kapolres.

Sementara itu Kapolres melalui Kabag Ops Kompol Daud Sianturi SSos MSi yang diberikan kesempatan memaparkan peta kerawanan karhutla di Pelalawan. Selain itu, dalam terkait Karhutla Polres sebutnya telah melakukan pencegahan  dengan menyebarkanmaklumat dari Bapak Kapolda Riau dan pemasangan spanduk oleh Bhabinkamtibmas.

Selain itu ada juga kegiatan patroli bersama intansi terkait di kecamatan, rapat koordinasi bersama terkait penanganan Karlahut yang dihadiri pihak Upika dan pihak perusahaan. ‘’Sedangkan upaya penanganan dilakukan rayonisasi Karlahut tingkat Polres Pelalawan dan pemadaman,’’ jelasnya.

Lebih tegas  terkait Karhutla, Kapolres melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIk mengatakan, pembakaran lahan digolongkan dalam Extraordinary Crime. ‘’Untuk temuan dilapangan saat ini dalam penyidikan kasus,’’ katanya.

Ditekankan juga kewajiban perusahaan yang memiliki izin lahan konsesi untuk mencegah lahannya. ‘’Terkait dengan pertanggung jawaban pidana karlahut untuk korporasi dibebankan kepada manager perusahaan dan direksi,’’ sebutnya sambil menyarankan perlu adanya deteksi dini oleh pihak perusahaan terkait dengan kebakaran lahan serta adanya peralatan dan regu penanganan kebakaran di perusahaan masing-masing. amr