Buka 2 Hektar Lahan Tanpa Dibakar

Kapolres Kuansing Apresiasi Masyarakat Desa Koto


riaupotenza.com
Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto memberikan apresiasi petani yang membuka lahan tanpa membakar.

KUANSING (Riaupotenza.com) - Polres Kuansing melakukan kegiatan monitoring kepada masyarakat yang sedang membuka bekas lahan kebun karet yang sudah tidak produktif di Desa Koto Kenegrian Kari Kecamatan Kuantan Tengah, Senin (14/10/2019) sekira  pukul 16.00 WIB. 

Monitoring dipimpin langsung Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto. Personel yang ikut dalam monitoring, diantaranya Wakapolres Kuansing Kompol Razif SH, Kapolsek Kuantan Tengah Kompol Erde Dianto, Kasat Reskrim Kuansing AKP Andi Cakra Putra serta personel gabungan Polres Kuansing dan Polsek Kuantan Tengah.

Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto melalui Kasat Reskrim AKP Andi Cakra mengatakan bahwa kegiatan monitoring oleh Tim Polres Kuansing dilaksanakan berdasarkan adanya laporan Bhabinkamtibmas Desa Kenegerian Koto Kari beberapa hari yang lalu. 

"Informasinya ada masyarakat yang akan membuka lahan bekas kebun karet. Sebelumnya warga itu telah diberikan himbauan Bhabinkamtibmas untuk tidak membakar lahan," kata Andi Cakra kemarin. 

Masih kata Andi, saat melakukan monitoring tim menemukan seorang warga Koto Kari Maisiwan (58) sedang membuka lahan kebun karet miliknya yang sudah tidak produktif lagi seluas dua hektare. 

"Umur pohon karet sudah 25 tahun. Jadi lahan ini dibuka dengan menggunakan alat berat eksavator tanpa membakar lahan," katanya. 

Menurut penuturan Maisiwan, kata Andi, untuk membuka lahan seluas kurang lebih dua hektar itu membutuhkan biaya sekitar Rp10 juta. 

Atas temuan tersebut, pihak Polres Kuansing memberikan apresiasi kepada pemilik lahan dan diharapkan menjadi contoh yang baik untuk masyarakat lainnya. "Ini contoh yang baik, membuka lahan tanpa membakar lahan," katanya. 

Menurutnya, kegiatan preemtif dengan memberikan himbauan kepada masyarakat akan terus dilakukan Polres Kuansing beserta jajaran guna mencegah Karhutla. 

"Selain itu, yang sangat penting adalah kesadaran dari masyarakat itu sendiri mengenai bahaya dan dampak buruk Karhutla," harapnya. cil