AHN: Keluarkan Kebijakan Selamatkan Nasib K2


riaupotenza.com
Honorer K2 mendekas pemerintah mengeluarkan kebijakan yang menyelamatkan nasib honorer K2.

JAKARTA (RPZ)-Ketua Umum (Ketum) Aliansi Honorer Nasional (AHN), Edi Kurniadi mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang bisa menyelamatkan nasib honorer K2. Pasalnya, ada banyak honorer K2 yang akan pensiun tahun depan.

"Kalau pemerintah tidak bisa menyelamatkan honorer K2 Indonesia tahun ini, maka banyak teman kami menyandang status pensiunan honorer karena masa pengabdiannya berakhir di tahun 2020," kata Edi, Kamis (10/10).

Dia menyayangkan tidak ada sama sekali penghargaan dari pemerintah atas pensiunan honorer. Belasan hingga puluhan tahun mengabdi dengan gaji Rp 300 ribu per bulan tetapi saat pensiun tidak menerima apa-apa.

"Miris melihat kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya menuntaskan masalah honorer K2,” paparnya.

Bila pemerintah masih tetap tidak memberikan ruang dan kesempatan untuk penyelesaian honorer K2 dalam formasi CPNS 2019 dan 2020, AHN akan menempuh jalur hukum dengan mengajukan judicial review UU ASN ke Mahkamah Konstitusi.

"Target perjuangan kami di MK adalah agar sisa honorer K2 seluruh instansi wajib jadi PNS apapun celah hukumnya. Bagi honorer K2 yang sudah lolos PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), harus tetap diperhitungkan masa kerjanya dan digugurkan masa perjanjian kerja sampai batas usia pensiun sesuai jabatan masing-masing," bebernya sembari menegaskan selama ada itikad baik dari pemerintah untuk honorer K2, AHN akan tetap bersinergi dengan pemerintah. (rpz/jpnn)