Diduga Ada Perselisihan Ganti Rugi Proyek Jalan

Kementrian PUPR Terancam Disomasi


riaupotenza.com
Bentangan spanduk bertuliskan dalam pengawasan advokat/pengacara Heryanto SH MH dipasang diatas tanah milik Samsuhari.

DURI (Riaupotenza.com) - Proses ganti rugi tanah milik masyarakat yang terkena proyek nasional pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera khususnya Jalan Tol Pekanbaru - Dumai (Pekdum) dirasakan tidak transparan, bahkan sangat diskriminatif serta tidak memenuhi rasa keadilan, layak dan patut.

Kenyataan itulah yang dirasakan oleh Samsuhari, pemilik tanah di Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau yang lahannya terkena langsung pembangunan proyek nasional Jalan Tol Pekanbaru - Dumai.

Bagaimana tidak, tanah milik Samsuhari yang berada di kisaran harga Rp 150.000 sampai Rp 200.000 permeternya, sesuai harga pasaran tanah disana. Hanya cuma dihargai ganti rugi Rp 19.000 permeternya. 

Padahal tanah milik masyarakat yang lain yang berada disitu, yang juga terkena dampak pembangunan proyek Jalan Tol, justru dihargai dengan nilai ganti rugi sebesar Rp 130.000 permeternya. 

Terkait ketidakadilan yang dialaminya, Samsuhari melalui kuasa hukumnya, Heryanto SH MH akan melakukan somasi terhadap Kementerian PUPR.

"Dalam waktu dekat, saya Heryanto SH MH selaku kuasa hukum Samsuhari pemilik tanah/lahan yang terletak di Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau akan mengajukan somasi terhadap Kementerian Pekerjaan Pmum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terkait ganti rugi tanah/lahan untuk pembangunan proyek nasional Jalan Tol Kandis - Dumai," tegas Heryanto SH MH melalui Riaupotenza.com, Selasa (8/10/2019).

Sementara, sambung Heryanto lagi, menurut pemilik tanah Samsuhari pasaran tanah disitu permeternya Rp150.000 sampai Rp 200.000.

"Dengan ketidak cocokan harga yang jauh dengan harga kewajaran. Kami berharap Kementerian PUPR dan instansi terkait dalam proses ganti rugi tanah/lahan milik klien kami ini, mohon meninjaunya kembali. Apalagi, itu juga belum termasuk pohon sawit produktif yang juga tidak sesuai dengan nilai ganti ruginya," pungkas Heryanto SH MH. 

Sementara itu, Pihak Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR bidang pengadaan tanah Jalan Tol Pekanbaru - Dumai wilayah Kandis-Dumai, Eva Monalisa Tambunan yang coba dikonfirmasi Riaupotenza.com melalui sambungan telepon, Selasa (8/10/2019) siang, belum bisa memberikan keterangan. Di ujung telepon ia mengaku sedang berada di rumah sakit lagi berobat.

Ia juga mohon maaf, karena belum bisa untuk saat ini. Namun, ia berjanji kalau sudah agak tenang nanti, ia akan menghubungi balik.  maz