Kpw BI Provinsi Riau Gelar Capacity Building

Bank Indonesia Advisory Pemerintah Daerah


riaupotenza.com
Analisis Eksekutif Kpw BI Provinsi Riau, Asral Mashuri saat membuka kegiatan Capacity Building di Jakarta.

JAKARTA (RPZ)-Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kapasitas wartawan atau media tentang perekonomian, Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau menggelar Capacity Building, 4-6 Oktober di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta. Kegiatan yang diikuti 19 wartawan ekonomi dan bisnis dari sejumlah media cetak dan elektronik di Pekanbaru itu turut menghadirkan enam narasumber berkompeten dibidang ekonomi.

Analis Eksekutif Kpw BI Provinsi Riau, Asral Mashuri saat membuka kegiatan tersebut menjelaskan jika Bank Indonesia (BI) mempunyai fungsi sebagai advisory atau penasihat bagi Pemerintah Daerah (Pemda) terkait inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

''Dengan adanya fungsi advisory, Bank Indonesia dan Pemda dapat terus berkoordinasi untuk melakukan pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas moneter,'' ujar Asral.

Dalam menjalankan fungsi advisory tersebut, lanjut Asral, BI menyadari bahwa pihaknya juga harus bermitra dengan media massa sebagai pihak yang dapat menyebarluaskan informasi dan menginformasikan produk-produk kebijakan BI kepada publik. Asral pun menegaskan jika peran media bagi Bank Indonesia sangat penting. 

''Wartawan atau media massa adalah salah satu mitra strategis BI dalam menyampaikan setiap kebijakan. Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh BI bisa diketahui oleh masyarakat luas. Untuk itu peran media bagi Bank Indonesia sangat penting. Pelatihan wartawan ini merupakan upaya BI untuk memberikan pengayaan informasi mengenai Bank Indonesia dan ekonomi di Riau. Sehingga nantinya teman-teman wartawan bisa mengetahui arah kebijakannya kemana,'' paparnya.

Pelatihan ini sendiri BI menghadirkan enam narasumber yang menyampaikan berbagai materi seperti Perkembangan perekonomian Riau dan prospek ke depannya seperti apa. Kemudian, materi tentang konsep dan penerapan kebijakan Makropudential, kebijakan BI dalam pengembangan UMKM dan lain sebagainya. Lalu, diakhir sesi juga akan ada materi sharing dan cara penulisan berita ekonomi dan keuangan.

''Kami berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para peserta. Karena pembicara kegiatan ini dari BI pusat, harapannya tentu saja banyak informasi yang bermanfaat yang bisa didapat. Tak hanya itu, diharapkan juga kawan-kawan wartawan lebih profesional dan mumpuni dalam membuat penulisan berita ekonomi dan keuangan," tutur Asral.(yan)