Santri Muallaf Ponpes Tahfizhul Quran Al Hidayah Langgam

Pecahkan Rekor Lempar Lembing Asean


riaupotenza.com
Atlet muallaf Rahmat Restu Zalukhu mencatat lemparan 85 m memecahkan rekor Asean dengan medali emas lempar lembing dan saat berada di stadium utama Riau pada Pospeda Riau 2019.

LANGGAM (Riaupotenza.com) - Provinsi Riau saat ini memiliki atlet lempar lembing bertaraf Asean. Hal ini setelah Rahmat Restu Zalukhu (17) berhasil memecahkan rekor nasional  dan rekor ASEAN School Games dengan lemparan 85 meter. Atlet remaja kelahiran 28 Juni 2002 ini mempersembahkan medali emas untuk kontingen Kabupaten Pelalawan pada Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah Provinsi Riau (Pospeda  VIII Riau 4-6 Oktober 2019.

‘’Alhamdulillah ini adalah berkah Islam,’’ kata Rahmat Restu Zalukhu didampingi Pimpinan Ponpes Tahfizhul Quran Al Hidayah Ustadz Tengku Basarudin SPdI, Senin (7/10/2019).

Terkait keberhasilan Rahmat  memecehkan rekor nasional atas  atlet remaja asal Bengkulu Egi Patli Pranata pada tahun 2018 lalu sejauh 66,43 meter dan rekor ASEAN Schools Games melalui kemenangan di nomor lempar lembing putra dengan capaian jarak 67,33 meter, muallaf yang berada di bawah naungan pembinaaan Yayasan Pembinaan Muallaf Riau-Pelalawan mengakui prestasi tersebut atas kehendak Allah.

‘’Semua ini atas kehendak Allah. Tak yakin rasanya sampai tingkat Propinsi saja sudah syukur. Tapi, Alhamdulillah sampai menembus tingkat nasional,’’ paparnya lagi.

Rahmat Restu yang memeluk Islam dua tahun lalu di  kampong halamannya Hiligawoni, Nias Utara berhijrah ke Kabupaten Pelalawan. Dan sejak dua bulan lalu oleh Pengurus YPMR-Pelalawan Rahmat dimasukkan ke Ponpes Tahfizhul Quran Al Hidayah kelurahan Kecamatan Kabupaten Pelalawan untuk mendalami Islam yang dipilihnya.

‘’Kata pelatih Atletik khususnya cabang lempar lembing Provinsi Riau mengakui kalau lemparan santri kita  ini standar peserta Asean,’’ tambah Ustadz Tengku Basarudin yang ikut berbangga atas prestasi santri yang baru mondok kurang lebih dua bulan itu.

Prestasi yang diraih remaja muallaf yang melarikan diri keluarganya karena mempertahankan keislamannya ini terbilang luar biasa. Betapa tidak, dengan hanya bermodal nekad tapi mampu mengharumkan nama Kabupaten Pelalawan. ‘’Insyaa Allah Rahmat Zalukhu nantinya akan mewakili Riau pada Pospenas di Bandung dalam waktu dekat ini,’’ terang Ustadz Tengku Basarudin.

‘’Berlatih hanya 3 hari sebelum tanding, sama saja tidak pernah latihan. Tapi  hasil lemparannya 85 meter. Memang jauh,’’ beber pimpinan Ponpes Tahfizhul Qur'an Al Hidayah yang mengaku hingga saat ini pondoknya masih menumpang di rumah dan lahan milik warga setempat.

‘’Ini kan baru tingkat santri. Kedepan akan bisa ikut seleksi tingkat Popda. Sudah mulai dilirik sama PASI. Juri pun heran.  Latihan di pondok cuma 3 hari sebelum lombanya. Kami di pondok pelajaran Penjaspun tak ado,’’ imbuhnya yang merasa prestasi diraih santrinya sunggu diluar dugaan, namun itu diyakini sudah ketetapan Allah, sambil menyebutkan saat latihan hanya meminjam stok Pramuka dan meminjam lembing UPTD untuk atlet puteri.

‘’Saya bersyukur kepada Allah dan sekaligus terharu atas prestasi yang diraih anak kita Rahmat. Apalagi pondok  kita baru buka 2 tahun sudah ada santri bisa sampai tingkat nasional meski dalam serba kekurangan. Saya sampaikan ke semua santri walaupun kita santri Tahfizh Qur'an tapi juga perlu olahraga. Mukmin yang kuat lebih baik dari pada mukmin yang lemah,’’ jelas Ustadz Basarudin sambil menyampaikan sebuah hadits terkait level seorang mukmin yang kuat lebih baik dari pada yang lemah, meski pada keduanya ada kebaikan.

Tengku Basarudin dan masyarakat Kabupaten Pelalawan pun berharap, Rahmat Restu Zalukhu yang saat ini sedang mendalami Islam sekaligus berupaya keras menjadi penghapal Quran saja. Tapi, hendaknya juga  menjadi atlet andalan Pelalawan yang mampu bicara tak hanya di tingkat provinsi dan nasional tapi bakal mulus ke ajang dunia.

Sementara itu pada Pospeda Provinsi Riau yang baru kelar sehari sebelumnya Kabupaten Pelalawan berhasil meraih 4 Medali Emas,1 Medali Perak dan 4 Medali Perunggu. ‘’Terimakasih atas dukungan Bapak Kemenag, Kasi Pendis dan para pimpinan pondok Pesantren Kabupaten Pelalawan. Ini yang bisa pesantren berikan kepada Pelalawan sempena Ulang Tahun Kabupaten Pelalawan ke-20, 12 Oktober 2019,’’ ungkap ofisial yang mendampingi atlet Pelalawan pada even Pospeda Riau 2019.

Ketua YPMR Ustadz Muhammad Gohan Matondang SPdI yang dikonfirmasi terpisah menuturkan Rahmat bersyahadat  di Nias. ''ltu bulan April yang lalu  YPMR ditelpon agar bisa mendapatkan Pembinaan di Yayasan  Muallaf dan diantar lah Rahmat ke Kerinci  langsung. Karena usia masih sekolah,  langsung kita antarkan ke Ponpes Tahfiz di Langgam,''vjelas Gohan sekelumit tentang perjalanan atlet muallaf yang berprestasi te4sebut. amr