September, Riau Alami Deflasi -0,32 Persen


riaupotenza.com
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Provinsi Riau, Misfaruddin memaparkan ekspos inflasi dan deflasi Riau periode September 2019, Selasa (1/10).

PEKANBARU (RPZ)-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, Riau mengalami deflasi sebesar sebesar -0,32 persen pada September 2019 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 140,57. Pemicu tertinggi deflasi di Riau disebabkan terjadinya penurunan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan, yakni -1,42 persen.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Provinsi Riau, Misfaruddin, di Kantor BPS Riau, Selasa (1/10). Dijabarkannya, untuk inflasi tahun kalender sebesar 2,84 persen, dan inflasi year on year (September 2019 terhadap September 2018) sebesar 4,02 persen.

"Selain penurunan indeks harga konsumen terhadap kelompok bahan makanan, faktor lain penyebab deflasi di Riau, dikarenakan  adanya penurunan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yakni sebesar -0,04 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -0,01 persen," ujar Misfaruddin.

Sementara empat kelompok lainnya yang menjadi pemicu inflasi, terang Misfaruddin, adanya kenaikan harga pada kelompok sandang sebesar 0,31 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen.

Ada pun komoditas yang memberikan andil terjadinya deflasi di Riau, sebut Misfaruddin, meliputi cabai merah, bawang merah, tomat sayur, telur ayam ras, cabai rawit, buncis, ayam hidup, jeruk, cabai hijau, tomat buah dan lain-lain. 

"Sedangkan komoditas yang memberi andil inflasi, antara lain pemeliharaan/service, daging ayam ras, emas perhiasan, kentang, daging sapi, tarif gunting rambut pria, daun bawang, rampela hati ayam, serta lainnya," ucap Misfaruddin.

Dari tiga kota di Provinsi Riau yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), semua kota mengalami deflasi. Mulai dari Kota Pekanbaru deflasi sebesar -0,23 persen, Kota Dumai sebesar -0,79 persen, dan Tembilahan sebesar -0,28 persen.(yan)