Presiden Pulang, Asap Tambah Garang


riaupotenza.com
Tertinggi 2 Bulan Terakhir 93 titik.

PANGKALANKERINCI (Riaupotenza.com) - Presiden RI Joko Widodo dan rombongan sudah menikmati udara bebas asap di Jakarta, setelah meninggalkan Kabupaten Pelalawan, Selasa (17/9). Tapi jangan cerita di Kabupaten Pelalawan. Asap justru makin tebal dan makin garang mengurung semua wilayah yang ada.

Bahkan dalam catatan media ini mengacu data yang dirilis BMKG Pekanbaru pukul 06.00 WIB, Rabu (18/9), terupdate hotspot paling selama dua bulan terakhir, atau dua pekan belakang asap makin tebal. Dan hari ini paling banyak sebaran titik panasnya.

Dari data BMKG Pekanbaru itu disebutkan titik panas Sumatera level confidence > 50%=1313
Riau=334. Kabupaten Pelalawan dengan 93 titik berada di posisi kedua setelah Rohil 97 titik.

Sementara untuk Riau dengan level confidence > 70 %=205, Kabupaten Pelalawan paling tinggi dengan 61 titik. Dengan kondisi ini dipastikan kualitas udara sangat tidak sehat dan sudah berbahaya bagi masyarakat. Terutama masyarakat yang terpapar langsung dengan asap tanpa menggunakan masker.

''Saat menempuh asap seperti menempuh dunia dengan dimensi lain saja,'' kata Ina, IRT warga Jalan Pemda memaparkan kondisi asap tebal yang ditempuhnya menggunakan sepedamotor untuk keperluannya.

''Makin gawat saja. Biasanya kalau pak de (Presiden, red) berkunjung api padam ya. Tapi malah tambah pekat,'' keluh Yuli yang mencoba mengaitkan kehadiran kunjungan Presiden Jokowi dan rombongan lokasi kebakaran di Desa Merbau Kecamatan Bunut, Selasa kemarin.

Sambungnya, paska kehadiran pejabat nomor 1 RI itu mengganas polutan air, polusi udara. ''Di sini yang titik hijau kayaknya Aceh. Paling mereka perusahaan-perusahaan itu buka posko, bagi-bagi masker abal-abal, yang ownernya duduk- duduk ngupi-ngupi syantik di Sngapore. Sementara ribuan masyarakat berjuang mencari udara bersih,'' ungkapnya lagi

''Hidungku rasanya aroma jerebu aja setiap hari. Kadang kalo batuk ada slem-slem karbon nempel,'' imbuhnya.

Warga lainnya HM Rojuli SSos menyebutkan tak ada kejutan dengan hadirnya presiden dan pejabat negara ke Kabupaten Pelalawan.

''Dalam catatan saya sudah 17 hari kondisi asap memburuk. Dan hari ini pula, makin gelap. Memang tak ada kejutan apa-apa pak presiden datang, tapi sebaliknya,'' ungkapnya.

Sementara itu sekolah-sekolah di Kabupaten Pelalawan masih diliburkan, karena khawatir asap akibat Karhutla ini berdampak buruk pada kesehatan anak-anak didiknya.amr

Update hotspot 18 September 2019 pukul 06.00 WIB Sumatera level confidence > 50%=1313
Riau=334

-Kampar=18
-Dumai = 14
-Kuansing =3
-Pelalawan=93
-Rohil =97
-Rohul = 1
-Inhil = 46
-Inhu = 52

Riau level confidence > 70 %=205
-Bengkalis = 6
-Kampar = 6
-Dumai=10
-Kuansing =1
-Pelalawan =61
-Rohil=58
-Inhu =36
-Inhil = 27