Asap Makin Tebal Kebakaran Makin Hebat


riaupotenza.com
Kebakaran lahan kebun milik masyarakat ratusan hektar di Desa Sotol Langgam.

LANGGAM (Riaupotenza.com) - Kondisi asap di ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Kamis (12/9/2019) pagi semakin tebal. Polusi udara lewat asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dirasa menyesakkan. Sementara itu, kebakaran lahan disejumlah titik juga semakin hebat. Salah satu lokasinya di Desa Sotol Kecamatan Langgam. Sudah dua pekan berlangsung tapi api belum padam.

‘’Kalau hamparan lahan kebun itu lebih sampai 200 hektar. Tapi yang terbakar mungkin belum sampai segitu. Tapi sudah dua pekan berlangsung, api belum padam,’’ kata Burhanuddin, warga Langgam, Kamis (12/9/2019).

Lahan kebun yang terbakar itu sebutnya, merupakan lahan milik masyarakat yang semak. Api masih berkobar, sementara petugas belum berhasil menjinakkannya. ‘’Mobil Damkar tak bisa masuk, pakai motor, tentu sangat sulit sementara lahan yang terbakar banyak. Jadilah, padam-padam hidup lagi,’’ imbuhnya.

Kebakaran kebun sawit juga terjadi di Dusun Muaro Sako Kecamatan Langgam. Tim Pemadaman berusah payah memadamkan api yang bergejolak.

Sementara itu asap semakin mengurangi jarak pandang pengendara kendaraan khususnya yang berkisar 1 kilometer. Bahkan kurang dari 1 kilometer terutama pada pagi hari.

‘’Matahari pun sudah tak putih lagi, langit tak tampak biru lagi, udara tak bersahabat dan mata pedih,’’ ungkap Adi P warga Jalan Pemda Pangkalan Kerinci terkait asap yang semakin menebal dan sudah mengganggu aktivitas masyarakat.

Sementara itu ditempat terpisah, PWI Pelalawan yang dikomandoi Asnol Mubarack SSos MSi menginisiasi membagikan ribuan masker untuk masyarakat yang melintas di Jalan Bilang Bungsu (Jalan Akasia,red) Pangkalan Kerinci.

Nampak para awak media ini denga semangat menyetop kendaraan yang melintas untuk membagikan alat proteksi dari partikel berbahaya dari sisa kebakaran. Akibat Karhutla, memasuki hari ketiga pelajar di Kabupaten Pelalawan diliburkan. amr