Asap Masih Kepung Pelalawan

Lebih Sebulan Warga Hirup Udara Kotor


riaupotenza.com
Asap semakin pekat di Pangkalan Kerinci, Ahad (25/8/2019).

PANGKALANKERINCI (Riaupotenza.com) -Kebebasan masyarakat menghirup udara segar terganggu. Betapa tidak, lebih satu bulan terakhir ini Kabupaten Pelalawan didera kebakaran hutan dan lahan. Akibatnya polusi udara tak terhindarkan. Bahkan sampai, Ahad (25/8) kondisi asap lebih tebal dari sebelumnya.

''Kota ku sudah tak sehat lagi. Tenggorokan sudah mulai sakit Kabut asap pagi ini semakin tebal kurangi aktivitas diluar rumah,'' kata Adi P warga Pangkalan Kerinci, Ahad kemarin. 

Adi membeberkan kondisi asap akibat Karhutla yang semakin pekat dan hampir dipastikan mengganggu kesehatan masyarakat. Ia juga berharap agar masyarakat mengurangi beraktivitas di luar rumah sebagai upaya mengurangi dampak buruk asap. 

Dalam catatan media ini asap telah mengepung Kabupaten Pelalawan sejak awal Juli lalu. Hanya saja menjelang berakhir bulan Agustus asap justru bertambah pekat. 

Sementara itu kebakaran hutan dan lahan terus terjadi hampir di 12 kecamatan yang ada di daerah ini. ''Karhutla terjadi di mana-mana bang. Pangkalan Kerinci, Langgam, Seikijang, Pangkalan Kuras, Ukui, Kerumutan, Bunut, Teluk Meranti dan lainnya. Hampir semua kecamatan ada titik api,'' kata Dedi, personil Tagana Kabupaten Pelalawan yang ikut memadamkan api dibeberapa titik disejumlah lokasi. 

Cuaca ekstrim dengan suhu panas yang tinggi plus kebakaran hutan dan laha yang terjadi membuat polusi udara semakin buruk. "Dalam sebulan terakhir sudah terdata ribuan masyarakat yang terkena ISPA,'' imbuhnya.

Ahad pagi, jarak pandang di ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci sekitar 2 kilometer dengan bau asap yang menyengat khas aroma lahan yang terbakar. 

Upaya pemadaman melibatkan banyak pihak telah dilakukan. Tak hanya jalur darat yang membuat petugas berjibaku dengan api, tapi water bom menggunakan heli juga digunakan. Namun sampai sampai saat ini belum berhasil dipadamkan. 

''Setelah padam satu titik, muncul lagi titik baru. Kuncinya memang masyarakat jangan membakar lahan termasuk jangan membuang puntung rokok sembarangan karena bisa menyulut kebakaran,'' kata Dedi sambil mengatakan hujan adalah satu-satunya cara yang paling ampuh menghentikan asap dan memulihkan udara yang tercemar di Kabupaten Pelalawan. 

Warga lain, Rojuli berharap Presiden RI Jokowi juga punya komitmen menindak tegas pejabat dan termasuk perusahaan yang terbukti membakar lahan atau tidak mampu menjaga lahan perizinannya.

''Dulu katanya pak presiden mau copot pejabat daerah yang tak berhasil menghentikan Karhutla. Mana janjinya,'' ujarnya menagih janji Presiden Jokowi.amr   ''Dulu katanya pak presiden mau copot pejabat daerah yang tak berhasil menghentikan Karhutla. Mana janjinya,'' ujarnya menagih janji Presiden Jokowi. amr