Tim Pengabdian Universitas Riau Gelar Beberapa Sosialisasi di Kampung Rantau Panjang


riaupotenza.com

PEKANBARU (RPZ) -Untuk memaksimalkan potensi kelapa sawit di Kabupaten Siak terutama pada Kampung Rantau Panjang yang berada di Kecamatan Koto Gasib, Tim Pengabdian Universitas Riau yang berada Kampung Rantau Panjang, gelar tiga sosialisasi diantaranya adalah “Sosialisasi tentang Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit (tandan kosong)”.

Sosialisasi ini berisi informasi tentang bagaimana cara menghasilkan Maggot atau yang sering kita sebut ulat sawit dari limbah kelapa sawit (tandan kosong) yang sudah tidak terpakai dan berguna sebagai alternatif pakan ternak budidaya seperti ikan maupun unggas. “Sosialisasi ini bertujuan guna memanfaatkan limbah kelapa sawit agar tidak terbuang sia-sia sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Rantau Panjang di sektor peternakan bahkan sektor kewirausahaan” ujar Diky Wahyudi selaku Koordinator Desa Kukerta Tematik Universitas Riau di Kampung Rantau Panjang.

Sosialisasi ini berlangsung di Aula Kantor Desa Rantau Panjang pada hari Selasa (13/8/2019). Satrani, S.Sos,I selaku Sekretaris Desa mengatakan “Kita Berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan masyarakat kampung Rantau Panjang dan bisa diterapkan langsung demi menunjang perekonomian masyarakat”.

Selain sosialisasi tentang Pemanfaatan limbah kelapa sawit, mahasiswa Kukerta Tematik Universitas Riau 2019 juga melaksanakan “Sosialisasi tentang Pencegahan Demam Berdarah” dengan target memberikan informasi kepada Ibu-ibu PKK Rantau Panjang yang juga hadir pada kegiatan sosialisai ini.

Untuk sosialisasi terakhir, mahasiswa Kukerta Tematik Universitas Riau 2019 menghadirkan pemateri dari Penyuluh Perikanan Kecamatan Koto Gasib dengan materi “Sosialisasi tentang Penangkapan Ikan yang Ramah Lingkungan”.

Sosialisasi ini diadakan mengingat Kampung Rantau Panjang berada di sekitar aliran sungai Siak yang tentunya sebagian masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. “Kita berharap dengan adanya sosialisasi ini memberikan kesadaran pengetahuan kepada nelayan agar menangkap ikan yang ramah lingkungan demi menjaga habitat ikan agar tidak habis dan regenerasi ikan di aliran sungai Siak sekitaran kampung Rantau berjalan dengan semestinya, sekaligus para nelayan memahami sanksi-sanksi yang diterima jika tidak menangkap ikan dengan cara yang ramah lingkungan”, ujar Jamalus Ishak selaku pemateri.***