Pekan Ke-32 Tahun 2019

Sudah 315 Warga Terserang DBD, 2 Meninggal Dunia


riaupotenza.com
Ilustrasi. Net

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru hingga pekan ke-32 tahun 2019, tercatat di Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Kasus DBD sudah mencapai 315 kasus.

Bahkan, sejak awal tahun 2019, tercatat sudah dua orang korban meninggal dunia akibat terserang virus DBD. Pada bulan April lalu, seorang anak meninggal di Kecamatan Sukajadi akibat keterlambatan penanganan dari rumah sakit.

Kemudian disusul pada tanggal 22 Juli kemarin, Balita berusia 3 tahun meninggal di Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya juga akibat terlambat penanganan.

Hingga pekan ke-32 tahun 2019 ini, Kecamatan Payung Sekaki masih penyumbang kasus DBD terbanyak, yaitu mencapai 59 kasus. Kemudian diikuti kecamatan Tampan 55 kasus, Kecamatan Sukajadi 41 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 35 kasus, Kecamatan Tenayan Raya 29 kasus, Kecamatan Bukit Raya 25 kasus, Kecamatan Senapelan 16 kasus, Kecamatan Rumbai 15 kasus, Kecamatan Rumbai Pesisir 12 kasus, Kecamatan Limapuluh 12 kasus, Jecamatan Sail 11 kasus, dan Pekanbaru Kota 5 kasus. 

"Sampai pekan ke-32 sudah sebanyak 315 orang yang terpapar DBD, dari data itu sudah sembuh dan telah ditangani,  tinggal yang sakit 8 orang lagi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)Diskes Kota Pekanbaru, Maisel Fidayesi, kemarin.

Meningkatnya kasus DBD menurut Maisel, selain faktor cuaca, budaya hidup bersih juga mempengaruhi seseorang dapat terpapar virus DBD. Sebab lingkungan yang tidak bersih dapat menjadi sumber nyamuk Aedes agepty dengan cepat berkembang biak. 

Ia juga mengimbau agar selalu waspada, dan kenali tanda-tanda penyakit DBD, masyarakat juga diminta segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila mengalami demam tinggi, yang panasnya naik turun.

 "Apabila demam tinggi, segera bawa ke dokter atau rumah sakit agar bisa diperiksa darahnya, lebih baik cepat dilakukan tindakan dari pada terlambat," ungkapnya. 

Masyarakat harus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terus melakukan gerakan 3M Plus dan aktifkan kembali gerakan 1 rumah 1 jumantik.

Ia juga menyebut pihaknya juga telah mengirimkan surat imbauan kepada seluruh Camat se-Kota Pekanbaru, untuk mengajak masyarakat wilayah kerjanya aktif bergotong-royong dan menerapkan 3M Plus.

"DBD bisa diberantas jika terjadi kerjasama lintas sektor dengan baik, Sinergi antara Pemerintah, swasta dan masyarakat, tanpa kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat, sulit memberantas DBD," pungkasnya. rpz