Tujuh Titik Api Tepantau di Kepulauan Meranti


riaupotenza.com
Tim Gabungan saat melakukan pemadaman dilokasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kepulauan Meranti.

MERANTI (Riaupotenza.com) - Sebanyak tujuh titik panas terpantau di dua Kecamatan, Kepulauan Meranti. Keduanya yakni Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan Tebing Tinggi Timur. 

Di Kecamatan TTB sendiri terdeteksi tiga titik api dan 3T sebanyak empat titik. Selaras dengan itu, di Desa Insit juga terjadi kebakaran. Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, Edy Afrizal mengaku telah menurunkan tiga regu guna mengatasi Karhutla tersebut. 

Dilokasi, Edy bersama tim gabungan terus berupaya memadamkan api. Untuk titik api di daerah Insit dikatakannya pada satelit Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) tidak terdeteksi. "Untuk Insit tidak terdeteksi, kita mendapatkan laporan dari warga dan langsung turun dan ternyata banyak asap," ujar dia.

Dirinya mengatakan untuk daerah Insit kejadian sudah terjadi sejak minggu (11/8/2019). Sebelumnya, api sudah sempat padam di tempat ini, dan tinggal dilakukan pendinginan. 

Namun hari ini api kembali muncul karena kondisi tanah gambut. Pantauan di lokasi kebakaran, asap cukup banyak keluar dari lahan yang terbakar. "Lahan yang terbakar adalah lahan sagu maupun karet masyarakat," sebut Edy.

Dirinya menyampaikan, bahwa belum bisa menentukan luasan lahan yang terbakar. "Kita belum bisa sampaikan luasannya, namun kita perkirakan sekitar 5 hektar," tambahnya.

Tim gabungan juga cukup terkendala dalam memadamkan api karena Medan yang cukup sulit ke area kebakaran dan persediaan air yang sedikit. 

Akses dan persediaan air cukup sulit, sehingga tim pemadan harus melangsir air dari Telaga Bening menggunakan mobil damkar lalu diisi ke polytank agar lebih dekat ke lokasi kebakaran.

Untuk Desa Dusun Kampung Balak kebakaran awal sudah terjadi sekitar 4 hari yang lalu. "Kemarin kita sudah lakukan pendinginan, namun api muncul lagi karena gambutnya dalam," ungkap Edy.

Desa Lukun dikatakan Eddy, kebakaran sudah mulai terlihat sejak Minggu malam dan terdeteksi oleh BMKG pada pagi hari. "Di sana juga tim kita sudah turun bersama dengan bantuan dari pihak perusahaan NSP," pungkasnya. dham