Tetesan Airmata Iringi Prosesi Pemakaman Jenazah Wanita yang Tewas di Malaysia


riaupotenza.com
Prosesi pemakaman TKW yang tewas di Malaysia.

SELATPANJANG (Riaupotenza.com) - Setelah tujuh hari kematiannya, jenazah wanita asal Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau yang jatuh dari lantai 33 di Malaysia, akhirnya bisa dipulangkan ke tanah air dan dimakamkan pada Rabu (7/8/2019) siang.

Jenazah almarhumah Mulya Servia (22) yang tiba di Selatpanjang sekitar pukul 15.00 WIB dan dikebumikan sekitar pukul 16.00 WIB di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sri Bijuangsa II, Jalan Kuba, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti.

Dari pantauan dilapangan, selain isak tangis pihak keluarga dan kerabat, pemakaman jenazah Mulya Servia juga diiringi dengan tetesan air hujan. Selama prosesi pemakaman berjalan lancar dan tidak ada ditemukan kendala apapun, pihak keluarga hanya meminta kepada pelayat agar tidak memfoto jenazah dan memposting di media sosial.

"Tolong jangan di foto," ucap salah seorang keluarga jenazah saat berlangsungnya prosesi pemakaman.

Usai jenazah dimakamkan, seiring dengan redanya tetesan hujan, perlahan pelayat mulai meninggalkan pemakaman.

Kepala Desa Banglas, Syamsurizal didampingi Guntur (Atuk Almarhumah) saat ditemui di pemakaman mengungkapkan bahwa jenazah almarhumah telah dimakamkan sebagaimana mestinya.

"Alhmdulillah, meski harus menunggu beberapa hari jenazahnya baru sampai kesini, karena mengikuti prosesur dan proses administrasi," ungkapnya.

Sementara itu, Guntur mengungkapkan hal yang sama dan mengaku menjemput langsung jenazah almarhumah. "Kita ikut langsung di Pekanbaru menjemput Jenazah almarhumah," ungkapnya.

Dijelaskan Guntur, keluarga harus menunggu satu hari, karena jenazahnya dikirim ke Jakarta dulu baru sampai Pekanbaru.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) bersedia membantu pihak keluarga untuk memulangkan jenazah TKI yang tewas di Malaysia ke tanah air.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, DPMPTSPK Syarifuddin Y Kai mengatakan pihaknya bersedia membantu proses pemulangan jenazah.

"Jika tidak ada kendala, hari ini jenazah korban sudah tiba di tanah air. Proses pemulangan jenazah difasilitasi oleh pihak perusahaan tempat ia bekerja," ujarnya.

Untuk haknya sebagai tenaga kerja di sana, Syarifuddin mengaku bahwa pihaknya sedang menunggu dokumen pendukung dari pihak keluarga.

"Kita siap bantu jika lengkap dokumennya. Memang perlu dipertanyakan juga sejauh mana tanggung jawab perusahaan tempat korban bekerja," ungkapnya.

Menurutnya, setelah dokumen tersebut diterima, Pemkab Kepulauan Meranti akan menyurati Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pekanbaru agar bisa diteruskan laporannya ke Konsulat Jendral Indonesia (Konsul) di Malaysia.

"Jika laporannya sudah diterima, tentu Konsul kita yang mendatangi perusahaan untuk menindaklanjuti hal tersebut.  Namun untuk saat ini kami sudah minta keluarga untuk fokus ke pemulangan jenazah. Yang lain menyusul saja," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Seorang pekerja asal Indonesia dikabarkan tewas akibat terjatuh dari lantai 33 ketika tengah mengepel lantai di apartemen Forest City Johor Bahru Malaysia.

Korban yang diketahui bernama Mulyani Servia (22) ini merupakan warga Dusun I Dorak, Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Musibah tersebut terjadi Kamis (1/8/2019) siang waktu setempat.

Kejadian itu diketahui berawal dari postingan akun Surii yang memposting telah terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.

Surii yang juga warga Kepulauan Meranti, tepatnya di Desa Telaga Baru Kecamatan Rangsang Barat mengatakan jika dirinya mengetahui dan mendapat info tentang kejadian tersebut dari group Whatsapp.

"Saya dapat infonya cuma di group WA, saya kurang tahu persis, karena saya tidak satu company sama dia, yang jelas dia orang Selatpanjang. Saya posting karena saya kenal dia di tempat kerja. Kalau dia company kami pasti saya tau data- data dia, macam mana kejadian, dan macam mana kelanjutannya. Jadi mohon maaf tak bisa bagi info lengkap," kata Surii melalui chatting Messenger kepada wartawan.

Dikatakan Surri, peristiwa ini seperti akan disembunyikan, namun ketika ditanyakan dia hanya menjawab sepintas saja. "Namanya juga kerja di Forest City, kan nggak ada asuransinya bang. Gedungnya itu belum siap, masih kotor," ujar Surii.

Ditambahkan Surii banyak warga dari Kepulauan Meranti lain yang juga bekerja disana. "Ramai, rata- rata banyak yang dari Meranti" ujarnya lagi.

Tidak mendapati info lengkap tentang korban, wartawan kembali mencari informasi. Kali ini wartawan berhasil mendapatkan informasi dari seorang kerabat korban yang bernama Sufri.

"Iya bang saya kenal. Rumahnya itu di Jalan Dorak Selatpanjang persisnya di jalan masuk menuju perumahan sebelah kanan. Saudaranya yang saya tahu hanya tinggal adiknya saja lagi," kata Sufri.

Terhadap apakah jenazah korban akan dibawa ke kampung halamannya, wartawan sedang mencari info valid terhadap hal ini.

Ada yang sangat mengharukan. Sehari sebelum meregang nyawa Mulyani Servia sempat menulis sesuatu di beranda akun Facebooknya. Adapun pesan yang terkandung adalah dia ingin bertemu dengan almarhum ibunya yang belum lama meninggal dunia.

Postingan pada 31 Juli pukul 06:01 itu tertulis "Ku ingin hnya satu, pertemukan ku dengan yang ku rindu yang ku syang walau hanya dalam mimpi.

IBU. Dah tak ade tempat tuk mengeluh, tuk di masak makanan kesukaan, dapat hasil tak de yang bangga kan lagi Sekejap je cume mintak sejekap".

Dari pemakaman, tidak sedikit postingan warga Kepulauan Meranti yang simpati dan turut berduka cita terutama kerabat almarhumah. Dari ucapan yang disampaikan banyak menyebutkan bahwa almarhum merupakan wanita yang dikenal sangat baik oleh sejumlah kerabatnya. dham