Abdul Latief : Gedung 8 Lantai Batal Gara-gara Pejabat Kampie


riaupotenza.com
Abdul Latief

BANGKINANG (Riaupotenza.com) - Abdul Latief, tokoh masyarakat dan tokoh adat Kampar, sangat menyesalkan pembangunan gedung 8 lantai yang telah diperjuangkan oleh almarhum Bupati Aziz Zaenal hingga napas terakhirnya, kandas.

Ia mengatakan, almarhum Aziz Zaenal semasa hidupnya telah berupaya keras agar bangunan monumental yang ia harapkan bisa dikenang oleh masyarakat Kampar itu dapat masuk dalam pembangunan prioritas pada 2019 ini.

''Bukan mudah almarhum mendapatkannya (mewujudkannya, red),'' ucap Latief, kepada wartawan, Sabtu (3/8/2019).

Menurut Abdul Latief, pembatalan gedung 8 lantai yang sedianya akan dijadikan almarhum tempat perkantoran terpadu ini merupakan sebuah kerugian besar bagi masyarakat dan daerah.

''Almarhum juga akan menjadikan gedung ini tempat berkantornya perusahaan-perusahaan yang telah mengeruk kekayaan alam Kampar selama ini,'' ujar Latif.

Kata Latief, jika perusahan-perusahaan ini sudah membuka kantor resmi di Kampar, tentunya akan mudah 'memaksa' mereka untuk menunaikan kewajibannya, baik berupa pajak maupun berupa dana kompensasi sosial atau dana CSR kepada masyarakat.

''Jadi perusahaan ini 'dipaksa' untuk berkantor di Bangkinang dengan cara disediakan kantornya  oleh Pemda Kampar. Diharapkan mereka bayar pajak di Kampar. Jadi dengan cara itu Kampar akan meningkat drastis PAD-nya. Siapa yang akan untung?  Tentu  Pemda Kampar dan kita bersama,'' tegas pensiunan guru ini.

Abdul Latief mengaku sangat menghargai perjuangan dan kerja keras almarhum, hingga dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki hingga ke penghujung hayat, ia terus bekerja untuk kemajuan daerah ini.

''Terakhir-terakhir itu, almarhum cerita ke saya, kalau ia ingin membuat kemajuan besar semasa ia menjabat. Diantaranya beliau ingin membangun gedung yang menumental dan iconik, agar bisa dikenang dan dibanggakan masyarakat. Tapi itu tidak terwujud, karena banyak pejabat yang lebih mementingkan mengisi kampienya lebih dulu,'' imbuh Latief.

Menurut Abdul Latief, pembatalan ini juga menunjukan mental pejabat Kampar tidak benar-benar memikirkan kemajuan daerah ini.

''Dengan gagalnya pembangunan tersebut, seluruh kita rugi.  Dana trilyunan yang berhasil diperjuangkan pak  Aziz Zaenal  melayang  lagi alias  ndak jadi gara2 pejabat kampie,'' tukas Latief, pria yang juga bergelar Datuk Bagindo Pucuk Suku Melayu Bendang Kenegerian Kuok ini. 

Sebelumnya, Pemkab Kampar  menyebut pembangunan gedung 8 lantai tidak ada urgensinya untuk kepentingan masyarakat sehingga rencana pembangunannya dibatalkan.

Konfirmasi pembatalan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kampar, Afdhal, ST, MT saat hearing bersama Komisi D DPRD Kampar di Gedung DPRD Kampar, Senin (29/7/2019) lalu.

“Setelah kami pelajari ulang, gedung 8 lantai tidak ada urgensinya. Maka pemerintah bakal mengalihkan anggarannya ke pembangunan yang betul-betul urgen,” kata Afdhal dihadapan Komisi D DPRD Kampar. naz