Takut Fotonya Tersebar ke Publik

Saat Ekpos, Tersangka Sabu Menangis Tersedu-sedu


riaupotenza.com
Kapolsek Bangko Kompol Sasli Rais SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Raja D Napitupulu SIK menghadirkan kedua tersangka diduga bandar sabu-sabu saat melakukan press rilis.

BAGANSIAPIAPI (Riaupotenza.com) - Guna membumi hanguskan peredaran narkoba di kota Bagansiapi-api, petugas kepolisian Polsek Bangko siang dan malam tak mengenal waktu terus menyikat para pelaku penyalahgunaan narkoba.

Sabtu (3/8) malam, sekitar pukul 22:30, dua tersangka narkoba diduga bandar berhasil disikat saat tengah melakukan patroli. Satu diantaranya merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kapolsek Bangko Kompol Sasli Rais SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Raja D Napitupulu SIK MH malam itu juga, pukul 23:45 langsung melakukan press rilis penangkapan bandar narkoba tersebut.

Dikatakan Kapolsek, tersangka diduga bandar sabu itu ialah Syafrizal alias Ebol (46) yang bekerja selaku PNS di lingkungan Pemkab Rohil, warga Jalan Durian RT 10 RW 03 Kepenghuluan, Bagan Jawa Pesisir, dan rekannya Lukman Bin Joharno (23) warga Jalan Perniagaan, Kelurahan Bagan Barat.

Saat ekspos dimulai, tersangka Lukman (23) menangis tersedu-sedu dan berurai airmata. Ketika ditanya mengapa menangis, ternyata L bukan menyesali atas perbuatannya itu melainkan takut foto-fotonya tersebar ke publik. 

Kompol Sasli menerangkan, keduanya diciduk di dalam rumah tersangka Syafrizal yang terletak dijalan Durian. Hasil geledah yang dilakukan, pihaknya berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) sabu-sabu di dalam plastik bening berisikan kristal sabu senilai Rp4.7 juta dan uang tunai hasil penjualan Rp600 ribu.

Sabu senilai Rp4,7 juta itu ditemukan pada enam bungkus plastik bening kecil dan satu bungkus plastik bening besar berisikan plastik bening kecil. Selain itu juga turut diamankan satu unit heandphone merk nokia, satu buah dompet kecil, satu buah sendok, satu buah mancis, dua buah pipa kaca bulat kecil, satu unit timbangan digital.

Kronologis penangkapan dilakukan, kata Sasli, berkat kecurigaan petugas terhadap gerak gerik kedua tersangka ketika mobil patroli lewat. "Kita curiga melihat mereka saat lewat, maka petugas langsung melakukan penggeledahan dan ditemukanlah barang haram itu dan BB lainnya," kata Sasli.

Sabu itu, terang kapolsek, sempat disimpan tersangka Lukman dibawah tikar, namun petugas melihat dan langsung membongkarnya. "BB dari S setengah, dari L setengah. BB dari S kita temukan didalam tiang tempat tidur yang terbuat dari besi kosong yang didalamnya tempat menyimpan sabu. Jadi penggeledahan ini dua kali, pertama L dan kedua S pemilik rumah," terangnya.

Sebelum ke Bagan Jawa Pesisir tambah Sasli, pihaknya melakukan patroli ke Kelurahan Bagan Punak namun tidak ditemukan tindakan kejahatan. Karena disana cukup luas peredaran narkoba, maka menjadi atensi pihaknya untuk terus dilakukan patroli. 

"Penangkapan kemarin dan patroli malam ini menjawab keresahan masyarakat. Kemarin harapan masyarakat sangat besar bagaimana narkoba di Bagan Punak (Jalan pusara) bisa diberantas sampai keakar-akarnya," ujar Sasli.

"Kita nyatakan perang, mari kita bekerjasama memberantasnya jangan sampai narkoba subur disini, Mohon dukungan semua pihak sehingga narkoba bisa diberantas karena ini bukannya hanya tugas kepoliskan saja tapi tugas bersama," imbuhnya lagi. iin