Kusta Sebabkan Kebutaan


riaupotenza.com
Pihak BLUD Puskesmas Kerumutan saat memeriksa anak-anak SD untuk memastikan apakah terjangkit kusta atau tidak.

KERUMUTAN (RPZ) - Jangan menganganggap enteng terhadap penyakit kusta. Penyakit menular pada kulit ini memang awalnya tidak menyebabkan sakit dan gatal seperti penyakit kulit lainnya. Tapi jangan salah, penyakit ini bisa menyebabkan kebutaan bagi penderitanya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas Kerumutan langsung turun dan mengecek langsung ke semua sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kerumutan. Tim ini bertugas melacak serta melakukan pemeriksaan penyakit kusta pada anak di tingkat pelajar tersebut.

‘’Khusus pada anak-anak atau pelajar sekolah dasar, penyakit ini seringkali tidak pernah dipedulikan karena tidak terasa gatal dan tidak sakit. Namun bila dibiarkan bisa mengakibatkan kebutaan,’’ jelas Kepala Puskesmas Kerumutan melalui Ketua tim pelaksana Verawati Amk, Ahad (21/7/2019).

‘’Kegiatannya berlangsung beberapa hari lalu. Kita periksa anak-anak SD dari sekolah ke sekolah lainnya untuk memastikan apakah ada atau tidak anak-anak yang terjangkit kusta,’’ imbuhnya.

Disebutkannya, pemeriksaan kusta pada anak SD bertujuan untuk melakukan penjaringan atas penyakit menular ini, sebelum berkembang dan menularkan kepada orang lain. 

Kata dia, penyakit ini dapat disembuhkan, bila ditemukan sejak dini dan diobati. Sebab itulah dilakukan pelacakan ke murid SD yang notabene memang lebih rawan terjangkiti karena belum begitu mengenal kebersihan. ‘’Pengobatannya pun bila dilakukan secara dini akan lebih mudah,’’ imbuh Vera.

Untuk dia, diharapkan para murid SD yang telah mengikuti pemeriksaan, selanjutnya bisa menjaga kebersihan tubuhnya. Dimulai dari pendekatan keluarga  yakni melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). ‘’Bila melihat ada bercak putih di kulit agar segera disampaikan untuk dilakukan pemeriksaan,’’ sambungnya lagi.

Lebih jauh, Verawati Amk membeberkan, kusta adalah penyakit menahun yang disebabkan kuman kusta Mycobacterium Leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, dan jaringan tubuh lain. Penyakit kusta sendiri ada dua jenis, yaitu kusta kering (Pausi Basiler) dan kusta basah (Multi Basiler).

‘’Untuk gejala awal penyakit ini, terdeteksi ada kelainan pada kulit, berupa bercak putih seperti panu ataupun bercak kemerahan yang kurang rasa ataupun mati rasa, serta tidak gatal dan tidak sakit sehingga penderita seringkali tidak merasa terganggu,’’ terangnya.

Vera pun menyatakan, sejauh pemeriksaan belum ditemukan adanya pelajar yang terjangkit penyakit ini. ‘’Alhamdulillah belum ada  kami temukan anak-anak yang terjangkit kusta saat pemeriksaan di SD se-Kecamatan Kerumutan ini,’’ paparnya senang sambil mengatakan adapun pemeriksaan yang di lakukan yakni melihat seluruh bagian tubuh pada anak seperti kulit, punggung, perut, telinga dan bagian lainnya. amr