Terbanyak di Pulau Sumatera

38 Hotspot Terpantau di Riau


riaupotenza.com
Bhabinkamtibmas Desa Rimbo Panjang dan Kualu Nenas membantu Satgas Karhutla melakukan pendinginan di lahan yang sempat terbakar.

PEKANBARU (RPZ) - Kabut asap tipis tampak menyelimuti langit Kota Pekanbaru. Menyusul kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah Provinsi Riau, Ahad (14/7). 

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, dari pantauan satelit Terra dan Aqua, terjadi peningkatan jumlah titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera yang tersebar di 9 provinsi, termasuk Provinsi Riau. 

“Info update cuaca dan hotspot Provinsi Riau pukul 06.00 WIB mendeteksi sebanyak 81 hotspot di pulau Sumatera, tersebar di 9 provinsi,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Marzuki, Ahad (14/7) pagi melalui pesan WhatsApp. 

Kesembilan provinsi tersebut, yakni Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) 2 hotspot, Sumatera Utara (Sumut) 3, Sumatera Selatan (Sumsel) 19, Sumatera Barat (Sumbar) 3, Bengkulu 4, Jambi 7, Lampung 3, Bangka Belitung (Babel) 2 dan hotspot terbanyak ada di Provinsi Riau, yakni 38 titik. 

“Riau terbanyak, ada 38 hotspot yang tersebar di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota, kecuali kota Dumai,” sebutnya. ”

Sebaran hotspot di Riau, masing-masing di Kabupaten Bengkalis 6 hotspot, Kepulauan Meranti 1, Rohil 6, Kuansing 1, Rohul 2, Inhu 1, Siak 9, Inhil 1, Kampar 3, Pelalawan 7 dan Kota Pekanbaru 1 hotspot, yakni di Kecamatan Rumbai. 

Namun tingkat kepercayaan (level confidence) di atas 70 persen hanya ada 20 titik panas di Riau yang tersebar di delapan kabupaten/kota, yakni di 1 titik di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Peranap, Inhu 1, Kampar Kiri, Kampar 1, Pangkalan Kuras, Pelalawan 4, Bangko, Rohil 4, Rambah, Rohul 2, Siak Sri Indrapura 6 dan 1 hotspot di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. 

Sementara prakiraan cuaca di Provinsi Riau pada umumnya cerah berawan sepanjang pagi, siang, sore dan malam hari. 

“Namun potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dapat terjadi pada sore hingga malam hari di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir dan Siak,” terangnya. 

Sedangkan jarak pandang (visibility) beberapa daerah di Riau berkisar antara 5 hingga 6 Kilo Meter (KM). Yakni Pekanbaru 5 KM (udara kabur), Rengat 6 KM, Dumai 5 KM (udara kabur) dan Pelalawan 6 KM. 

“Berdasarakan data pengamatan synoptik pukul 07.00 WIB di Stamet SSK II terdeteksi adanya kekaburan udara akibat asap (smoke),” pungkasnya. (mx6/rpg)