Miris, Toilet RTH Bau Amis (bagian -1)


riaupotenza.com
Oleh: Khairul Amri GM Pekanbaru Pos Group

APA Yang terbayang di pikiran Anda, saat disebut ruang terbuka hijau (RTH)? Idealnya, ini adalah sebuah lokasi atau ruang yang dipenuhi oleh pepohonan yang rindang dan hijau. Letaknya di tengah kota, yang sekaligus berfungsi sebagai paru-paru kota dan tempat warga kota setiap hari bisa menghirup udara segar. Seharian atau sepekan penat beraktivitas, di RTH inilah tempatnya melepas penat dan mengembalikan kebugaran juga kesegaran tubuh. Senangnya, kalau kondisi ideal itu terwujud.

Bagaimana kondisi RTH di Pekanbaru?

Sebenarnya, saya tak hendak menulis tentang RTH di kolom pekanan ini. Tapi, secara kebetulan pula pas saya buka FB, rekan satu profesi jurnalis, upload video di channel youtube pribadi dia. Eh, berkisah tentang RTH ini pula. Persisnya RTH Tunjuk Ajar Integritas di Jalan Jenderal A Yani Pekanbaru. Dia menyoroti kondisi toilet di lokasi itu, yang tidak layak untuk dipakai. Bukan lagi jorok, tapi tak difungsikan sama sekali.

Saya pun iseng komen. Kata saya: tak ada duit Pemko buat gaji petugas kebersihan 1 atau 2 orang untuk jaga toilet tu. Jauh-jauh pergi bisa, tapi buat ini tak ada duit. Hmmm... rekan inipun membalas komen saya: perlu nampaknya dibuat tulisan khas kolom pak GM ini. Dan, saya pun sudah berjanji, akan ada satu tulisan khusus di kolom saya tentang buruknya kondisi fasilitas publik di RTH. Nah, untuk membayar utang inilah saya akhirnya menuliskannya juga di kolom ini. Semoga saja dibaca pihak terkait dan cepat diambil langkah konkret untuk perbaikan.

Ahad pagi, 14 Juli 2019.

Selesai berolahraga di lokasi car free day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, saya sengaja melihat dari dekat kondisi toilet di RTH Taman Kaca Mayang, seputaran lokasi CFD. Di sini, ada bangunan persegi empat. Ada bacaan penunjuk: toilet. Saya pun mendekat. Ada petugas satu orang di samping toilet. Di tangannya ada uang kertas pecahan Rp.2.000. Oh.. ternyata kalau mau buang air di sini bayar. Saya berkeliling saja, tidak masuk ke dalam toilet. Tapi kondisi toilet di RTH ini lumayanlah. Satu sisi berfungsi dan lumayan bersih. Sementara satu sisi lagi tidak difungsikan. Malah ada plang kayu di depan pintu. Cukup miris juga kondisinya, tapi bisa dimaklumi, sebab satu sisi lainnya bagus. Waktu saya tanya, sebelah kok tidak dipakai? Petugas itu cuma bilang, WC nya tersumbat. Saya tanya-tanya lagi, eh dia seperti agak risih. Saya pun senyum-senyum saja melihat tingkah penjaga toilet yang nampak masih muda ini.

Dari sana, saya ke RTH Tunjuk Ajar. Ini saya lakukan agar bisa melihat langsung seperti apa kondisi toiletnya. Apa iya seperti yang diceritakan rekan saya di channel youtube pribadinya. Dan, sesampai di sana, rasa penasaran saya pun terjawab. Apa yang di share rekan saya, ternyata benar. Untuk lebih jelas, saya deskripsikan sajalah buat pembaca kolom ini.

Posisi bangunan segi empat berwarna dominan kuning itu, tak jauh dari area parkir, kawasan RTH, sebelah masjid. Lebih dekat jaraknya kalau dicapai dari sini. Ada tangga turun menuju bangunan. Tapi tak ada petunjuk sama sekali, seperti di RTH Taman Putri Kaca Mayang. Dibangun di area seperti cekungan, atau lebih rendah dari permukaan rumput RTH. Makanya ada tangga buat turun, agar pengguna toilet bisa mudah sampai disitu.

Di toilet ini tak ada petugas. Makin dekat ke pintu toilet, makin tercium bau amis dari dalam toilet. Dari dekat saya lihat, kedua sisi toilet di sini sungguh sangat memprihatinkan. Salah satu pintu nampak terbuka. Saya tak berani melihat kondisi di dalam toilet, sebab baunya sangat menyengat. Busuk sekali. Begitu pula sisi yang satunya. Malah kedua pintu toilet nampak tertutup rapat. Bukan saja amis dan bau, di pintu masuk toilet banyak dahan kayu berserakan. Saya pun cuma lihat dari jarak 2 meter. Tak sanggup mendekat, dan miris sekali. Kondisi tak terawat, juga sangat bau.

Celakanya lagi, petugas masjid di lokasi RTH sudah mengunci pintu toilet masjid. Saya sebenarnya ingin buang air kecil. Karena melihat toilet RTH seperti itu, hasrat buang air saya hilang, hehehe. Pas mau masuk mobil, eh terasa lagi mau pipis. Saya jalan menuju masjid. Eh, saya tak beruntung. Pintu toilet masjid dikunci oleh pengurus. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Bayangkan, kalau ada warga yang berolahraga, lantas mereka ingin buang air, kemana lagi mereka melepaskan hajat. Ada toilet di RTH, tapi tak pula busa difungsikan. Miris dan membuat saya jadi sedih.

Padahal... ini kalau kita mau mengait-ngaitkan situasi sekitar dan keberadaan RTH dengan lingkungan di sana, pasti hati kita makin miris dan sedih. Betapa tidak. Hanya berjarak beberapa meter dari RTH Tunjuk Ajar Integritas ini, berdiri megah rumah dinas Wali Kota Pekanbaru. Dan, saya tahu persis. Beberapa kali pula Pak Wako beracara di RTH ini. Cuma, apakah beliau sempat melihat dari dekat kondisi toilet di sini, saya tidak pula mengetahui hal itu. Tapi, kalau kondisi toiletnya seperti ini, bisa saya pastikan, tak pernah Pak Wako sampai ke depan pintu toilet ini. Saran saya ke Pak Wako, sesekali Bapak mesti lihat toilet RTH ini dari dekat, Pak. Mana tahu begitu Bapak lihat, toilet di sini langsung bersih dan bisa difungsikan kembali.

Sulitkah mengembalikan fungsi toilet di RTH ini seperti sediakala? Kalau saya disuruh jawab, jawaban saya: sama sekali tidak sulit. Tapi, apa kata pihak terkait, kita sepertinya perlu menanyakannya langsung. Apa, dan kenapa toilet di RTH ini tidak seindah taman di sini. Sebab, dimana-mana ruang terbuka hijau atau ruang publik, jika ada toilet yang bagus dan berfungsi baik, tentulah akan menjadikan kita di sana lebih betah dan nyaman. Sekarang, ya tergantung pihak terkait, mau atau tidak mau. Serius atau tidak serius untuk membenahi fasilitas publik ini.

Kebetulan secara iseng, saya coba share keluhan ini ke salah seorang rekan di Dinas PUPR Pekanbaru. Untuk menjaga kode etik, saya tak boleh sebut siapa dia, hehehe. Nah, jawaban rekan saya ini cukup mengagetkan saya. Kata dia: toilet di RTH itu memang parah. Pernah kami coba untuk benahi, malah sempat ribut dengan sekelompok anak muda di sana. Pintu toilet ini pernah dikunci. Malah pernah juga sampai mereka palang dengan kayu. Parahnya, pernah suatu waktu diserakkan kotoran di toilet ini. Sulit sekali untuk diatur.

Saya kejar info itu. Kata saya: apa tidak pernah mereka dirangkul dan diajak untuk sama-sama mengelola toilet di sini? Rekan saya itu bilang: ribut terus sama pemuda disitu. Lalu saya geram, dan saya katakan: kalau mereka berbuat begitu, ini berarti premanisme. Kenapa tidak dilapor ke aparat berwajib saja? Untuk permintaan saya ini, rekan tersebut cuma bilang: oke bang. Ya, mudah-mudahan saja nanti, oke dari rekan saya ini bisa mengubah wajah toilet di RTH Tunjuk Ajar Integritas, ya. Semoga.

Nah, jelang toilet di RTH ini dibenahi, apa solusi kita? Karena saya juga suka olahraga di sini, hehehe. Sambil bergurau, saya katakan sama rekan sebelah saya: kalau mau olahraga pagi atau sore di RTH Tunjuk Ajar ini, jangan sampai sakit perut. Baik mau buang air kecil, apalagi sakit perut ingin buang air besar, hahaha.  Kok bisa? Ya, iyalah... karena tak mungkin nanti saya atau Anda buang hajat ke depan RTH. Kok ke depan? Iya, di depan itu ada rumah Wali Kota. Hehehe... Mana dikasi kita izin, mau buang hajat ke rumah itu. Ada, ada saja.  Harapannya, saya datang lagi pekan depan, toilet di RTH Tunjuk Ajar sudah bisa dipakai alias bisa pipis dan buang hajat disini. Hehehe. **