Gubernur se-Sumatera Dukung Tiga Kawasan Ekonomi Khusus di Riau


riaupotenza.com
Gubernur Riau Syamsuar

PEKANBARU (RPZ) - Gubernur se-Sumatera sepakat percepatan pembangunan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Riau, yakni Pelabuhan Buton di Siak), Pelabuhan Kuala Enok di Indragiri Hilir dan Pulau Rupat di Bengkalis).

Hal itu disampaikan Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar saat dikonfirmasi seputar hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur se-Sumatera di Bengkulu beberapa hari lalu. 

“Alhamdulillah usulan kita soal KEK saat Rakor gubernur se-Sumatera mendapat dukungan, dan itu tertuang dalam Piagam Memorandum Of Rafflesia pada poin 3,” kata Syamsuar. 

Syamsuar mengatakan, sedikitnya ada 10 kesepakatan yang dihasilkan dalam Rakor Gubernur se-Sumatera di Bengkulu yang tertuang dalam Piagam Memorandum of Rafflesia.

“Jadi 10 kesepakatan ini sudah menjadi kesepakatan gubernur se-Sumatera untuk meminta agar dimasukan ke dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) yang saat ini sedang disusun Pemerintah Pusat,” tukasnya. 

Berikut 10 poin kesepakatan Rakor Gubernur se-Sumatera tahun 2019 di Provinsi Bengkulu:

1. Mendorong konektivitas Pulau Sumatera melalui peningkatan pembangunan ruas jalan jalur lintas barat dan lintas timur pulau Sumatera yang terkoneksi antara Selat Malaka dan Samudera Hindia.

2. Mendukung pelaksanaan program tol laut melalui pengembangan pelabuhan-pelabuhan di wilayah barat Pulau Sumatera dan penguatan posisi pelabuhan Sabang, serta mendorong jalur pelayaran wilayah Barat Pulau Sumatera sebagai jalur arternatif pelayaran selain Selat Malaka, pulau Sumatera - pulau Jawa dan pulau Sumatera-pulau Kalimantan.

3. Mendukung percepatan penetapan dan pengembangan KEK Pelabuhan Pulau Baai Provinsi Bengkulu, KEK Karimun dan Batam Provinsi Kepulauan Riau, KEK pariwisata Sungailiat dan KEK pariwisata Tanjung Gunung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di pulau Sumatera. Serta mendorong pemerintah untuk memfasilitasi pembentukan kawasan ekonomi khusus lainnya di pulau Sumatera yaitu: KEK Pelabuhan Tanjung Buton, Kuala Enok, dan Pulau Rupat Provinsi Riau, serta pariwisata Mandeh dan pariwisata Siberut Mentawai Provinsi Sumatera Barat.

4. Meningkatkan konektivitas Pulau Sumatera dan pulau Jawa melalui percepatan realisasi pembangunan jembatan Selat Sunda agar dapat mewujudkan pemerataan pembangunan antara pulau Jawa dan pulau Sumatera.

5. Mendukung pembangunan provinsi kepulauan di pulau Sumatera melalui percepatan realisasi pembangunan jembatan Selat Bangka yang menghubungkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Sumatera Selatan serta jembatan Batam Bintan Provinsi Kepulauan Riau yang meningkatkan konektivitas serta mendorong pemerintah pusat untuk segera mengesahkan rancangan undang-undang daerah kepulauan.

6. Membangun Sumatera Commodities Trading House yang terintergrasi dari hulu serta berorentasi ekspor.

7. Mendorong peningkatan peranan Pulau Sumatera sebagai pendukung logistik komoditas pangan untuk Pulau Jawa.

8. Mengusulkan Provinsi Lampung sebagai salah satu alternatif untuk dikaji menjadi ibukota negara Republik Indonesia dalam rangka mengakselerasi pembangunan Pulau Sumatera dan pembangunan nasional.

9. Dalam upaya mempersiapkan masa depan anak bangsa dan upaya perlindungan perempuan dan anak perlu dibentuk Satgas perlindungan perempuan dan anak tingkat Desa melalui APBDes yang dikoordinir oleh gubernur.

10. Bersama-sama meningkatkan pengawasan dan pengamanan terhadap peredaran narkoba human trafficking dan illegal fishing.(dre/rls)