Meski Banyak Terima Keluhan, Disdik tak Punya Wewenang Rubah Sistem Zonasi


riaupotenza.com
Jamal

PEKANBARU (RPZ) - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020, yang menerapkan sistem zonasi kemarin, masih banyak dikeluhkan orang tua siswa. Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru juga mengakui banyaknya laporan yang diterimanya oleh orang tua siswa. 

"Pada PPDB kemarin kita banyak menerima keluhan orang tua siswa, mereka meminta agar merubah sistem Zonasi dan juga memberlakukan sistem nilai,"ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal, Selasa (9/7/2019).

Dijelaskan Jamal, bahwa dalam PPDB kemarin yang menggunakan jalur Zonasi, penerimaan calon siswa tidak berdasarkan rangking nilai, tetapi berdasarkan jarak antara rumah calon siswa dengan sekolah. 

Hal tersebut banyak dikeluhkan oleh para orang tua siswa yang memiliki nilai tinggi. Namun anaknya tidak dapat diterima disekolah, dikarenakan kuota sekolah penuh telah diisi para calon siswa yang memiliki rangking jarak rumah dengan sekolah terdekat. 

Pada PPDB kemarin, para calon siswa hanya bisa mendaftar di satu sekolah saja, karena data siswa telah terekam melalui sistem online. 

Jamal menyebutkan, bahwa Disdik tidak punya wewenang untuk merubah sistem zonasi ini. Karena merupakan wewenang dan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan berlaku untuk seluruh Indonesia. 

"Kalau disuruh merubah, kita tidak ada wewenang untuk merubah sistem PPDB ini. Karena ini kebijakan dari pusat, kita hanya mengikuti saja,"terangnya.

Jamal juga mengatakan dari hasil rekap Disdik Pekanbaru, yang telah masuk keseluruhan pada Sabtu (6/7) kemarin, PPDB untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 45 SMP, dengan total daya tampung 8.034 Siswa. 

Untuk yang mendaftar melalui jalur zonasi ada sebanyak 10.652 Siswa, melalui jalur prestasi ada 200 siswa, dan jalur pindahan 134 siswa, total ada 10.986 siswa yang mendaftar pada PPDB tahun ajaran 2019/2020. rpz