Divonis Ringan, Oknum ASN Rohil Bersama Komplotannya Tersenyum


riaupotenza.com
Tiga terdakwa penggelapan 11 mobil, saat menjalani sidang tuntutan dilanjutkan putusan di PN Rohil, Rabu (3/7/2019) sore.

UJUNGTANJUNG (RPZ) - Divonis 16 bulan penjara, Saiful Bahri tersenyum. Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Inspektorat Rohil ini dinyatakan terbukti bersalah melakukan penggelapkan dan penipuan sebelas unit mobil.

Sementara rekan terdakwa, Mardianto (26) dan Zainal Abidin (36) warga Pematang Sikek, Kecamatan Rimba Melintang yang didakwa sebagai penadah mobil curian hanya divonos 8 bulan penjara.

Putusan itu dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Faisal SH MH dengan didampingi dua hakim anggota dalam sidang yang di Pengadilan Negeri (PN) Rohil, Rabu (3/7/2019) malam.

Sebelumnya, sekitar pukul 17.45 WIB, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulestari SH menuntut para terdakwa dengan hukuman berbeda. Dimana terdakwa Saiful Bahari yang dijerat melanggar Pasal 372 KUHP dituntut 20 bulan penjara. 

Sementara untuk dua terdakwa Mardianto dan Zainal Abidin, JPU menilai jika kedua terdakwa telah melanggar Pasal 480 KUHP, tentang penadah dan dituntut 1 tahun penjara. 

Setelah mendengar tuntutan JPU, majelis hakim sempat menskor sidang dan dilanjutkan kembali sekitar pukul 18.00 Wib. Namun, sebelum memutuskan, majelis hakim menilai jika para terdakwa telah mengaku bersalah, berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi, dan telah mendapat permintaan maaf dari korban. 

Oleh karena itu, untuk terdakwa Saiful Bahari, majelis hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun dan 4 bulan penjara. Sementara untuk terdakwa Mardianto dan Zainal Abidin, majlis hakim memvonis 8 bulan penjara. 

Atas keputusan itu, para terdakwa menerima putusan hukuman diberikan. "Sidang kita tutup sampai disini, dan Barang Bukti (BB) dikembalikan kepada korban," kata Faisal SH MH, sambil mengetuk palu tanda ditutupnya sidang itu.

Selesai sidang, para terdakwa tersenyum. Karena hanya hitung beberapa bulan lagi akan keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Bagansiapiapi, Kabupaten Rohil. 

Dalam putusannya juga terungkap kalau Saiful Bahri, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Inspektorat Rohil ditangkap polisi karena menggelapkan sebelas mobil. Modus terdakwa dalam penggelapan ini adalah merental mobil dari para korbannya. 

Setelah itu tersangka membawa mobil tersebut dan mencari orang untuk digadaikan. Dalam aksinya tersangka dibantu oleh dua tersangka lain yang bertugas mencarikan pengambil gadai, yakni Mardianto (26) dan Zainal Abidin (36) warga Pematang Sikek, Kecamatan Rimba Melintang. fen