Statemen Kontraktor DIC Mencoreng Kelembagaan DPRD Secara Keseluruhan

Kapemary Tantang Kontraktor Hendri Along Ungkap Nama Oknum DPRD yang Minta 'Kue'


riaupotenza.com
Tim Independen saat mengambil sampel tiang pancang/pondasi proyek DIC. =MAZWIN

DURI (RPZ) - Polemik di proyek Duri Islamic Center (DIC) nampaknya bakal terus berbuntut panjang. Terlebih, setelah mencuatnya ada oknum minta jatah 'kue' yang menyeret-nyeret nama anggota DPRD Kabupaten Bengkalis.

Terkait hal tersebut, untuk kedua kalinya Keluarga Alumni Pelajar dan Mahasiswa Riau Yogyakarta (Kapemary) Wilayah Duri kembali menyoroti masalah pembangunan proyek tahun jamak Duri Islamic Center (DIC). 

"Sampai saat ini, kami masih menunggu dan berharap kontraktor Hendri Along menyebutkan nama anggota dewan yang meminta jatah 'kue' kepada dirinya tesebut (sesuai berita sebelumnya, red)," kata Boy Annas, Koordinator Kapemary Wilayah Duri kepada riaupotenza.com. 

Tak sampai disitu, Kapemary Duri juga sudah mempersiapkan surat resmi kepada pimpinan DPRD Kabupaten Bengkalis. Supaya polemik yang sudah mencoreng kelembagaan ini secara keseluruhan dibawa ke dalam agenda kegiatan DPRD Kabupaten Bengkalis.

"Karena apa? Dari statement yang dilontarkan oleh Hendri Along tersebut, menjadi polemik di masyarakat dan juga menjadi preseden buruk bagi anggota dewan serta lembaga ini secara keseluruhan," tukas Boy Annas.

"Dan faktanya, malah tidak ada satu pun anggota dewan Kabupaten Bengkalis ini yang melakukan atau meminta klarifikasi ke kontraktor yang bersangkutan," tandasnya lagi. 

Kami sebagai rakyat, sambung Boy Annas lagi. Berharap para wakil-wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bengkalis ini melakukan hearing dengan melibatkan dinas terkait serta kontraktor. "Untuk mengklarifikasi masalah teknis tentang pondasi/tiang pancang serta statemen kontraktor masalah jatah kue tersebut," kata Boy Annas menambahkan. maz