Usia Pelamar CPNS Tetap Dibatasi 35 Tahun


riaupotenza.com
Mohammad Ridwan

JAKARTA (RPZ) - Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan, pembatasan usia dalam rekrutmen CPNS mau tidak mau harus dilakukan. Kebijakan ini kata Ridwan juga bukan tanpa alasan.

“Pembatasan usia CPNS 35 tahun sudah diatur dalam PP 11/2017 tentang Manajemen PNS. Semua ada sebabnya, bukan tahu-tahunya langsung ditetapkan maksimal 35 tahun,” kata Ridwan, Senin (17/6).

Dia menjelaskan, ada perhitungan-perhitungan aktuaria yang mendasari pembatasan usia maksimal ini. Jika tidak dibatasi pada umur 35 tahun, maka pada saat yang bersangkutan pensiun, tabungan hari tua tidak akan mencukupi. Akibatnya akan membebani PNS yang lain dan negara.

Selain itu, mereka yang memiliki masa kerja sebagai PNS kurang dari lima tahun, pada saat pensiun, uang pensiun bulanan mendapat nol rupiah alias sama saja tidak mendapat pensiun.

“Kan yang rugi PNS itu sendiri. Jadi pemerintah menetapkan batas maksimal 35 tahun itu bukan asal comot, semua ada dasarnya,” ucapnya.

Dia menambahkan, kebijakan pemerintah mengarahkan honorer K2 di atas 35 tahun menjadi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) adalah solusi terbaik. Dengan terminologi aparatur sipil negara (ASN), tidak ada lagi perbedaan antara PNS dan PPPK. 

Memenuhi Syarat, Silakan Daftar CPNS 

Pendaftaran CPNS 2019 tampaknya tidak akan mengakomodir honorer K2 usia di atas 35 tahun. Mereka yang usianya tidak memenuhi syarat pendaftaran CPNS, disarankan ikut mendaftar seleksi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuturkan, guru honorer K2 berjumlah 157.210 orang. Dari angka tersebut, 6.541 orang di antaranya lulus seleksi kompetensi dasar (SKD) pada tes CPNS 2018.

Muhadjir mempersilakan guru honorer K2 yang memenuhi persyaratan untuk berkompetisi pada tes CPNS 2019. Yang berusia di atas 35 tahun bisa mengikuti jalur PPPK.

”Istilah kami bukan guru honorer, tapi guru pengganti. Saat ini kami membutuhkan sekitar 900.133 guru PNS. Bisa diupayakan jumlahnya kurang dari itu. Caranya, mewajibkan satu guru mengajar dua mata pelajaran,” terangnya.

Mengenai soal tes CPNS, Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, panitia seleksi nasional (panselnas) sedang mengevaluasi soal-soal yang dikeluhkan para peserta dalam seleksi tahun lalu. Meski begitu, tak lantas soal CPNS tahun ini mudah.

”Soal tahun ini memiliki tantangan yang berbeda dari sebelumnya. Istilahnya Kemendikbud dan Kemenristekdikti, bentuk soalnya itu HOTS (high order thinking skill),” kata Ridwan. (jpnn)