Supaya Lebih Murah, Gubri Minta Perjalanan Dinas Boleh Transit Melalui Negara Tetangga

Gubri pun Keluhkan Mahalnya Tiket Pesawat


riaupotenza.com
Gubernur Riau Syamsuar saat melakukan kunjungan ke Bengkalis beberapa hari lalu.

PEKANBARU (RPZ) - Mahalnya harga tiket pesawat sekarang ini ternyata tak hanya dirasakan masyarakat. Tapi juga menjadi keluhan orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi Riau, Gubri Drs H Syamsuar MSi. 

Atas kondisi ini, Syamsuar mengaku telah menyampaikan solusi kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI terkait mahalnya harga tiket pesawat domestik. 

Tingginya harga tiket pesawat ini, kata Syamsuar, tentunya sangat mempengaruhi anggaran perjalanan dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. 

Agar tak memberatkan keuangan Pemprov,  Syamsuar mengaku telah meminta persetujuan ke Menko Perekonomian agar perjalanan ASN Pemprov Riau bisa melalui transit ke negara tetangga, karena harga tiket ke luar negeri lebih murah dibanding harga tiket pesawat domestik. 

‘’Perjalanan dinas ASN kan sudah ada pagunya di APBD. Kalau tiket mahal tentu besar lagi nanti anggarannya. Makanya kita menganjurkan ke pusat, kalau diizinkan boleh melalui negeri seberang, bisa transit ke Malaysia dan Singapura,’’ kata Gubri Syamsuar, Senin (17/6). 

Menurut mantan Bupati Siak dua periode ini, dengan diperbolehkan transit ke negara tetangga maka harga tiket lebih murah. Dan ini bisa efesiensi anggaran perjalanan dinas ASN, apalagi sekarang jumlah pesawat terbatas. 

‘’Kalau transit perjalanan dinas pasti lebih hemat. Pesawat lain bisa kenapa kita tak bisa,’’ kata Syamsuar.

Syamsuar mencontohkan, kalau dirinya sudah membeli tiket pesawat ke Bangkok, transit di Singapura harga tiket hanya Rp2,2 juta. 

‘’Saya tiket ke Bangkok transit di Singapura, dua negara yang dilewati saja hanya Rp2,2 juta, masa ke Jakarta sampai Rp6 juta, padahal masih satu negara. Kan tak logis,’’ ungkapnya. 

Namun Syamsuar menambahkan, upaya permintaan izin perjalanan dinas bisa transit ke Malaysia dan Singapura masih menunggu izin dari Menko Perekonomian. 

Di samping itu, Syamsuar menyatakan mahalnya tiket pesawat domestik juga sangat mempengaruhi perekonomian daerah, dan wisatawan domestik yang hendak ke Riau. 

‘’Tak hanya itu, pendapatan usaha kecil pun berpengaruh terhadap kenaikan harga tiket ini, karena kunjungan wisatawan menurun,’’ pungkasnya.(rpg)