Hari Pertama Kerja Pasca Libur Lebaran

Wagubri Pergoki ASN di Kedai Kopi


riaupotenza.com
Wagubri Edi Natar saat sidak ke kedai kopi.

PEKANBARU (RPZ) -Hari pertama masuk kerja pasca cuti lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, Gubernur Riau H Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau H Edy Natar Nasution berbagi tugas. 

Gubernur Riau memimpin apel perdana dan Wagubri melakukan sidak pada ASN, baik sidak pada kehadiran di OPD maupun sidak di kedai kopi selama jam kerja.

Alhasil, dari bagi tugas tersebut Gubri dan Wagubri masih saja menemukan ASN yang tidak komitmen meski sudah diingatkan jauh hari sebelumnya. Salah satunya terkait disiplin waktu yang masih saja terlambat saat melakukan apel perdana di hari pertama kerja. Bahkan jumlah yang terlambat tersebut tidak sedikit dan mencapai puluhan ASN yang tidak boleh ikut apel meski sudah berada di lingkungan kantor Gubernur Riau.

Tidak hanya disiplin waktu, kesalahan lain juga masih ditemukan, yaitu kebiasaan lama ASN duduk di kedai kopi saat jam kerja. Kesalahan tersebut ditemukan lansung oleh Wagubri H Edy Nasution saat melakukan sidak usai apel perdana, Senin (10/6), di beberapa kedai kopi yang ada di Pekanbaru.

Sidak yang juga didampingi Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie, Kepala Satpol PP Riau Zainal Z, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau Ikhwan Ridwan, dan Kepala Badan Kesbangpol Chairul Riski tersebut, Wagubri Edy Nasution menemukan sekitar 30 ASN yang asik duduk di kedai kopi, seperti di kedai kopi Lilyana. 

Saat dipergoki Wagubri, sebagiannya lari menyelamatkan diri menghindar agar namanya tidak dicatat oleh Walpri dan Satpol PP Provinsi Riau.

Namun bagi yang tercatat, langsung diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah Riau untuk diberikan sanksi sesuai kesalahan yang dilakukan, terutama terkait disiplin kerja.

Wagubri, Edy Nasution mengaku kecewa masih adanya ASN yang melanggar aturan kedisiplinan kerja ini. Padahal sudah sering kali diingatkan, apalagi aturan ini merupakan kewajiban sebagai ASN yang tidak ada dirubah sebelumnya.

“Jauh hari sebelumnya saya sudah mengingatkan, bahkan sudah berulang kali namun masih saja ada yang melanggar,” katanya.

Mantan Danrem 031 Wira Bima ini mengaku, untuk meningkatkan kesadaran ASN ini ia akan mengkoordinasikan dengan Gubri maupun badan kepegawaian daerah untuk menegakan disiplin. Terutama yang tidak peduli dengan himbauan selama ini. Karena sebelumnya ia juga telah menyampaikan jika untuk disiplin kerja ini tidak melakukan perubahan aturan tapi mengikuti aturan yang ada dan menegakan sebagaimana mestinya. Memang untuk menegakan aturan disiplin ini tidak mudah dan banyak yang tidak menyukai. Tapi itu wajib bagi ASN maupun THL sebagai pelayan masyarakat. Maka itu akan ditegaskan lebih tegas lagi dengan harapan ke depan tidak ada lagi yang melakukan pelanggaran.

“Saya sudah mengajak Kepala BKD Riau untuk melihat langsung permasalahan ini, dan ini akan menjadi catatan dan pertimbangan bagi BKD ke depan, terutama untuk promosi ASN yang tidak bisa disamakan dengan taat aturan,” ujarnya.

Untuk pemerintahan, kedisiplinan kerja ini perlu ditegaskan, karena dampaknya akan terjadi pada pelayanan masyarakat dan juga pengembangan daerah kedepan. Apalagi pelanggaran disiplin itu dilakukan oleh pemimpin di organisasi yang secara otomatis akan bepengaruh pada organisasi yang dipimpinnya.

“Seperti yang didapatkan hari ini ada salah seorang kepala dinas yang duduk di kedai kopi di saat jam kerja. Bagaimana menjadi contoh yang baik bagi anak buahnya, kalau kepalanya saja seperti ini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Riau, H Syamsuar MSi menyatakan sangat prihatin dengan ulah ASN tersebut. Bahkan ia menyatakan itu merupakan salah satu perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan bagi seorang ASN, apa lagi seorang kepala dinas.

“Masih banyak masyarakat di luar sana yang mau bekerja sebagai ASN. Ini sudah jadi ASN malah lalai dalam menjalankan pekerjaan,” katanya.

Terkait hal ini tambahnya, ia juga menyatakan seruju dengan laporan Wagubri Edy Nasution untuk menegaskan aturan dan memberikan sanksi pada ASN yang melanggar aturan, karena sanksi itu sudah ada sesuai perjanjian sebagai pejabat pemerintahan.

“Yang pasti sanksi itu sudah ada, dan kita akan tegaskan dan tegakan sebagaimana mestinya. Ini berlaku untuk semua ASN maupun tenaga harian dan tidak ada yang di bedakan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam pelaksanaan apel Perdana gubri juga telah menyampaikan akan melakukan pengecekan absensi dimasing-masing OPD. Karena cuti bersama yang ditetapkan pemerintah pusat sudah ada ketentuannya, sehingga tidak ada lagi ASN yang menambah libur dan menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Kecuali bagi ASN yang berhalangan sakit dan sudah ada pemberitahuan.

Begitu juga terkait halal bi halal dalam rangka lebaran, simana seluruh ASN di himbau tidak melakukan pada saat jam kerja. Karena akan menganggu pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Untuk itu apa yang sudah menjadi kebiasaan selama ini harus diubah mengingat tanggung jawab ASN sebagai pelayan masyarakat kata Gubri.(RPZ)