Kapemary Duri Soroti Polemik di Proyek DIC


riaupotenza.com
Tiang pancang proyek pembangunan DIC yang dipersoalkan, saat diambil sampelnya oleh Tim Independen dari Universitas Islam Riau (UIR). =MAZWIN

DURI (RPZ) - Gonjang ganjing soal tiang pancang di proyek Duri Islamic Center (DIC) terakhir belakangan ini, tak pelak menjadi isu seksi di kalangan masyarakat Kota Duri dan sekitarnya. Bagaimana tidak, apalagi polemik tersebut sampai menarik-narik nama anggota dewan terhormat  di Negeri Junjungan ini. 

Terang saja kondisi itu semakin membuat tampak jelas di mata masyarakat, bagaimana proyek-proyek yang mengunakan dana APBD,  banyak dijadikan permainan elit yang ada di Kabupaten Bengkalis ini. Baik itu di pihak kontraktor sendiri, di pihak dewan maupun pemerintah.

Apa yang terjadi di proyek DIC tersebut,  ternyata juga mendapat sorotan dari Keluarga Alumni Pelajar dan Mahasiswa Riau Yogyakarta (Kapemary) Duri. Malahan menurut Kapemary Duri, pihak kontraktor yang seharusnya mendapatkan proyek sesuai dengan aturan main serta mengerjakan sesuai dengan RAB dan Bestek, mestinya tidak akan kebakaran jenggot di saat ada dewan atau masyarakat yang datang dan menanyakan apa spek yang mereka gunakan.

"Karena hak mereka daripada anggota Dewan dalam fungsi pengawasan dan masyarakat sebagai pengguna fasilitas tersebut," tukas Boy Annas, Koordinator Kapemary Wilayah Duri kepada riaupotenza.com. 

Begitu juga dengan anggota dewan, sambungnya lagi. Ia boleh melakukan pengawasan di setiap kegiatan pemerintah yang menggunakan dana APBD. "Sesuai tidak dengan Bestek? Jadi, jangan cuma di proyek-proyek yang bahasa oleh kontraktor mereka yang tidak kebagian 'kue' saja yang  prioritas mereka sorot," kata Boy Annas lagi. 

"Diharapkan dengan momen KPK yang masih berseliweran di Kabupaten Bengkalis ini, kita bisa tahu pihak-pihak mana saja yang diuntungkan pada saat berjalannya proyek-proyek di Kabupaten Bengkalis ini. Baik di pihak pelaksana, eksekutif dan legislatif-nya. Bongkar aja sekalian!," tandas Boy lantang. 

Tak hanya itu, Kapemary Duri juga mengharapkan semua pihak memggunakan prosedur yang sudah ada, sesuai dengan tugasnya masing-masing. DIC yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Duri ini nanti, sangat diharapkan dan bisa menjadi pusat pengembangan Islam di Kota Duri. Selain juga bisa menjadi icon wisata religi yang akan mengangkat nama Kota Duri di skala nasional. Serta menjadi potensi sumber pendapatan daerah yang berasal dari kunjungan wisatawan.

"Untuk itu, kami masyarakat sebagai pengguna dari proyek tersebut, jangan menjadi korban dengan keterlambatan pembangunan dan kualitas yang asal-asalan," pungkas Boy. maz