Tiket Diprediksi Naik 50 Persen, Belum Ada Lonjakan Penumpang


riaupotenza.com
Ilustrasi pemudik lebaran.

PANGKALANKERINCI (RPZ) - Tarif angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jelang dan sesudah perayaan Idul Fitri 1440 H diprediksi naik sampai 50 persen. Sementara arus pemudik sampai 19 Ramadhan 1440 H, Jumat (24/5/2019) di Pangkalan Kerinci belum ada lonjakan bahkan masih sepi.
 
Johan Purba Pimpinan bus PMH, memperkirakan akan ada kenaikan tarif tiket liburan lebaran. ''Kenaikan ongkos itu pasti adalah. Kita prediksi sampai 50 persen lah,'' kata Johan ditemui di loket bus PMH depan Pos 2 PT RAPP Jalan Lintas Timur, Pangkalan Kerinci, kemarin. 

Dikatakannya, meski itu masih perkiraan namun tarif mudik dan balek lebaran itu mulai diberlakukan pada 28 Mei mendatang.''Berlaku mulai tanggal 28 Mei,''imbuh Johan sambil menyebutkan jika diberlakukan tarif angkutan lebaran maka harga tiket yang biasanya Pangkalan Kerinci-Medan Rp 170 ribu menjadi Rp220 ribu.   
 
Hanya saja dikeluhkan Johan Purba, karena hingga saat ini belum ada lonjakan penumpang. ''Masih  belum ada lonjakan penumpang. Masih sepi seat. Yang booking pun belum ada,'' paparnya.

Namun bos PMH ini tetap optimis jumlah pemudik akan membludak jelang beberapa hari lebaran. ''Mudah-mudahan jelang H-7 sudah banyak penumpangnya. Kan kalau masalah ekonomi saat ini stabil sajanya,'' ujar Johan. 

Ditanya apakah akan menyiapkan armada tambahan, Johan mengaku belum bisa memastikannya. ''Sekarang belum diputuskan, tengok kondisi nantilah,'' pungkasnya. amr