Hotel Melati Hasilnya Nihil

Warem dan Panti Pijat Dirazia,14 Wanita Malam Digiring


riaupotenza.com
Satpol PP Bathin Solapan merazia warem dan panti pijat, diangkut 14 wanita malam dengan mobil Dalmas dari berbagai lokasi di Bathin Solapan, Bengkalis.

DURI (RPZ) - Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis mengangkut 14 wanita malam dari warung remang-remang dan panti pijat. 

Operasi ini merupakan razia Penyakit Masyarakat (pekat) yang digencarkan Satpol PP di bulan suci Ramadan. Dengan di back up aparat TNI dan Polri, Satpol PP berhasil melaksanakan razia dan menutup warung remang-remang yang beroperasi hingga dinihari pada Jumat (24/5).

Razia tersebut dipimpin Kasi Trantib Bathin Solapan, Devri Putra Braja SIP dan membuahkan hasil maksimal. "Kita mulai penyisiran dari Duri hingga lokalisasi di rawa panjang yang merupakan perbatasan Kabupaten Bengkalis dan Dumai," kata Devri Braja. 

Dalam operasi pekat tersebut, pihaknya melakukan pengecekan dokumen kependudukan dan memberikan teguran kepada pengusaha hiburan malam yang membandel. Beberapa pengusaha juga mengakui kesalahannya yang membuka hingga larut malam.

"Dilakukan pengecekan KTP dan identitas diri, kemudian mereka digelandang ke kantor dan diberi pembinaan agar tidak mengulangi hal yang sama," ujarnya. 

Selain merazia, Satpol PP juga menindak tegas tempat-tempat usaha hiburan itu. Apalagi, yang membuat berang Satpol PP, mereka beroperasi di bulan suci Ramadan. 

Dari hasil penyisiran diberbagai tempat di Kulim, para wanita malam itu diangkut dari warung remang-remang kilometer 5, warem kilometer 8 kulim, panti pijat dan warem di lokasi rawa panjang.

Namun sayang, razia di hotel-hotel kelas melati di Kulim, Bathin Solapan tak membuahkan hasil. Diduga informasi adanya razia pekat tersebut sudah diketahui terlebih dahulu oleh pihak-pihak pengusaha tersebut. nji