Masyarakat Desak Dishub Tutup Usaha Material Ketam Putih


riaupotenza.com
Pelabuhan usaha penumpukan material pasir dan batu granit yang dimiliki salah seorang pengusaha Bengkalis disinyalir belum memenuhi izin sesuai peraturan dan perundang-undangan.(sukardi)

BENGKALIS (RPZ) - Elemen masyarakat Bengkalis meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak terkait menutup kegiatan usaha penumpukan material bangunan di Desa Ketam Putih yang beroperasi tanpa izin. 

Hal itu disampaikan Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi Jaringan Pemantau Media (JPM) Kabupaten Bengkalis, Masrory Yunas SH, Kamis (23/5/2019). Menurut Masrory, atas sejumlah informasi publik itu hendaknya disikapi secara tegas oleh Pemkab Bengkalis dan KSOP Bengkalis.

Menurut Masrory Yunas, demi tegaknya kepastian hukum berazas keadilan dalam berbagai kegiatan pembangunan sosial kemasyarakatan, lingkungan hidup dan saran prasarana, tentu tidak terlepas dari aturan-aturan yang ada.

Ia mengatakan, seperti halnya pelabuhan yang terletak di pinggir laut Desa Ketam Putih, sejak tahun 2017 lalu diduga telah beroperasi menjadi usaha atau pelabuhan illegal penampungan pasir laut. Beroperasi tanpa izin usaha resmi sesuai dengan ketentuan serta perundang-undangan yang berlaku.

Kapasitas pelabuhan itu, sambungnya sampai hari ini belum mengantongi izin operasional pelabuhan dari pemerintah setempat. Kemudian, pasir yang berasal dari Pasir Laut Tanjung Balai Karimun tidak dikomersilkan untuk kebutuhan masyarakat luas, namun hanya dijual untuk sekelompok orang saja. Selain itu, pasir tersebut diduga digunakan untuk kebutuhan proyek-proyek yang ada di lingkungan Pemkab Bengkalis, namun tidak ada kepastian mengenai legalitas pasir laut yang dibawa dari Tanjung Balai Karimuan.

“Kita minta Dishub dan KSOP menyetop sementara aktifitas disana. Memang secara kasat mata, saat ini dilokasi sudah ada penumpukan pasir dan batu granit karena sudah beberapa kali bongkar pasir melalui ponton skala kurang lebih 3 ribu ton disana,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis melalui Sekretaris Dishub H Zul Asri, Kamis (23/5/2019) mengatakan, sampai hari ini pihaknya belum melihat secarik kertas pun terkait pengajuan izin pelabuhan di Ketam Putih tersebut.

“Apakah ada atau tidak izinnya. Senin, nanti kita sampaikan. Karena sepengatahuan saya yang baru urus izin itu yang di Bukit Batu.  Dulu namanya Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri (DUKS). Artinya, izin itu dari Dishub,” katanya. kar