Santuni 27 Siswa Yatim di Lingkungan Sekolah

SMPN 11 Pekanbaru Gelar Buka Puasa Bersama


riaupotenza.com
Kepala SMPN 11 Pekanbaru, Edison Malau menyerahkan santunan kepada siswa yatim di lingkungan sekolah.

PEKANBARU (RPZ)-Memasuki hari terakhir sekolah dan jelang libur Idul Fitri 1440 Hijriah, keluarga besar SMPN 11 Pekanbaru menggelar buka puasa bersama, Jumat (17/5). Acara yang dipusatkan di halaman sekolah itu turut dihadiri guru, karyawan dan siswa SMPN 11 Pekanbaru dari kalangan yatim/piatu.

Suasana kekeluargaan yang begitu hangat dan kompak itu terlihat jelas dari raut wajah keluarga besar SMPN 11 Pekanbaru. Diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiah agama. Jelang memasuki waktu berbuka, Kepala SMPN 11 Pekanbaru, Edison Malau SPd pun menyalurkan santunan kepada 27 siswa yatim.

Malau menyebutkan, kegiatan berbuka puasa bersama yang dilaksanakan, selain memiliki nilai ibadah juga dapat dijadikan sebagai salah satu wahana untuk memupuk dan mempererat tali silaturahim, persaudaraan, kebersamaan, kekeluargaan keluarga besar SMPN 11 Pekanbaru.

''Mari jadikan bulan suci Ramadan sebagai bulan penggemblengan atau laboratorium untnuk mensucikan diri dari hal-hal yang dianggap kurang baik, menjadi lebih baik,'' ujar Malau kepada Pekanbaru Pos di sela-sela buka bersama.

Malau juga mengingatkan pendidik dan tenaga kependidikan agar momen Ramadan senantiasa dijadikan motivasi meningkatkan produktifitas kinerja, disiplin, tanggungjawab dan profesional dalam melaksanakan tugas-tugas, baik itu tugas mendidik dan membina generasi muda maupun tugas dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada orang tua murid.

Tak hanya itu, lanjut Malau, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama umat muslim, SMPN 11 Pekanbaru pun menyantuni 27 siswa yatim sebesar Rp350.000/siswa.

''Santunan ini berasal dari infak dan sedekah siswa, guru dan orang tua siswa SMPN 11 selama bulan suci ramadan. Santunan ini kami berikan guna meringankan beban siswa dalam menyambut Idul Fitri nanti. Intinya, inilah bukti kepedulian sekolah terhadap siswa yang yatim dan kurang mampu,'' beber Malau.(yan)