BNN RI Gagalkan Bisnis Narkoba di Riau


riaupotenza.com
50 kilogram sabu dan 23 ribu butir pil ekstasi yang dikemas dalam jerigen diamankan BNN Pusat.

DUMAI R (RPZ)--Badan Narkotika Nasional (BNN) RI atau BNN Pusat kembali menggagalkan agenda bisnis mafia narkoba jumlah besar di Riau. Sedikitnya 50 kilogram sabu dan 23 ribu butir pil ekstasi dikemas dalam jerigen diungkap bersama empat orang pelakunya, Sabtu (18/5) lalu.

Empat sindikat penyelundup narkoba internasional berhasil diamankan anggota BNN di Kota Dumai. Mereka adalah  Roni, Hari, Iwan, dan Radianto.

Kepala BNNP Riau Brigjen Pol Untung Subagyo saat dikonfirmasiwartawan , Ahad (19/5) siang, membenarkan adanya pengungkapan tersebut.

"Sesuai rilis Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, penggrebekan bermula dari informasi masyarakat tentang akan adanya transaksi di wilayah Dumai," terangnya.

Masih berdasarkan rilis BNN Pusat, dua jenis narkoba tersebut diselundupkan melalui jalur laut dari Malaysia dan sudah masuk Indonesia melalui Kota Dumai.

Setelah barang masuk ke Dumai dan diserahterimakan kepada dua orang laki-laki, tim BNN langsung beraksi. Mereka berupaya menghentikan dan memeriksa mobil milik pelaku.

Saat penangkapan, pelaku berusaha melarikan diri. Lalu, tim berupaya menghentikannya dengan tembakan peringatan dan menutup jalan dengan truk.

Para pelaku tergolong nekat. Mereka terus melaju dengan menabrak mobil petugas. Hingga akhirnya petugas menembak ke arah mobil dan berhasil dihentikan di Jalan Raya Arifin Ahmad, Dumai.

Hasil penggeledahan, ditemukan 50 bungkus narkoba jenis sabu dan pil ekstasi. Semunya disembunyikan dalam empat jerigen.

Lantaran mencoba melarikan diri, masing-masing pelaku dilumpuhkan petugas dengan tembakan. Dimana Roni, Hari dan Iwan yang terkena timah panas di paha dan kaki.

Dari keterangan ketiganya, bisnis narkoba ini dikendalikan oleh seseorang berinisial Radianto yang akhirnya berhasil ditangkap pukul 04.00 WIB. Keberadaannya terendus saat berada di rumahnya, Gang Jambu, Jalan Raya Duri-Dumai, Bagan Besar, Dumai.PPG