Istri Bayar Orang Bunuh Suami


riaupotenza.com
Tiga tersangka saat dihadirkan pada konfrensi pers kasus pembunuhan.

DURI (RPZ)— Polsek Mandau berhasil menungkap pembunuhan dengan modus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang terjadi di rumah Salman (42) yang juga tewas menjadi korban, Senin (13/5) dini haru lalu. Ternyata, istri Salman sendiri yang menjadi tersangka sekaligus otak pembunuhan tersebut.

Rifna (31) ternyata merencanakan sejak awal pembunuhan suaminya. Selain istrinya dua tersangka lain juga terlibat dalam pembunuhan Salman ini.

Tersangka lain itu, di antaranya Avwita (33) rekan korban. Kemudian Honas S (33) yang merupakan orang suruhan Rifna sebagai eksekutor.

Penangkapan ini diungkap Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto kepada wartawan, Kamis (16/5) siang. Menurut Kapolres, petugasnya yang melakukan penyedikan menemui kejanggalan saat melakukan olah TKP pertama.

‘’Untuk mengungkap kejanggalan ini tim Polsek Mandau kembali melakukan olah TKP kedua Rabu kemarin. Olah TKP kedua ini dipimpin langsung Kapolsek Mandau Kompol Ricky Ricardo bersama Kanit Reskrim Polsek Mandau,’’ Kata Yusup.

Selain melakukan olah TKP ulang petugas juga melakukan introgasi ulang saksi saksi yang dekat dengan korban dan TKP pembunuhan. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan ulang ini akhirya petugas menemukan petunjuk baru. Penyidik menemukan bungkusan plastik yang berisikan tiga helai kain lap yang sudah kotor dan ada bercak darahnya. Bungkusan plastik ini ditemukan di tempat pembuangan sampah di belakang rumah.

‘’Kita langsung mempertanyakan ini, karena pada olah TKP awal lalu tidak ada di situ. Namun jawaban saksi, yakni istri korban tidak jelas dan mencoba berkelit,’’ kata Kapolres.

Karena sudah tidak dapat alasan mengelak sejumlah pertanyaan petugas akhirnya Rifna mengakui perbuatannya yang menyuruh orang lain melakukan pembunuhan terhadap suaminya. ‘’Akhirnya istri korban mengaku sebagai otak pembunuhannya, Rifna menyuruh orang untuk membunuh korban, dia juga dibantu oleh rekannya bernama Avwita,’’ terang Kapolres.

Berdasarkan keterangan tersebut langsung mengamankan istri korban dan rekannya. Sementara orang suruhan sebagai eksekutor langsung dilakukan pengejaran.

Dari keterangan Rifna orang suruhannya tersebut bernama Honas yang bekerja di salah satu perusahaan di Duri. Pelaku eksekutor ini berhasil diamankan di tempat kerjanya Rabu sore kemarin.

‘’Pelaku sempat melakukan perlawanan dan terpaksa dilumpuhkan petugas,’’ pungkasnya.

Setelah berhasil dilumpuhkan pelaku mengakui telah melakukan pembunuhan tersebut. Pelaku melakukan perbuatannya karena dijanjikan mendapat imbalan setelah membunuh suami korban.

Menurut Yusup, Honas dalam kasus ini merupakan eksekutor. Dia bisa dibilang sebagai pembunuh bayaran karena mendapat upah Rp3 juta, dan baru dibayar Rp500 ribu.

Uang ini diperoleh Rf dari hasil menjual perhiasannya. Sebelumnya, Rf mengaku perhiasan itu dicuri ketika suaminya ditemukan tak bernyawa dalam kamar.

‘’Awalnya, tersangka Honas meminta uang Rp 10 juta tapi Rf gak sanggup. Akhirnya sepakat Rp3 juta, dicicil dulu Rp500 ribu. Sisa akan dibayar kalau santunan kematian suaminya dibayar,’’ sebut Yusup.

Dari Honas ini sejumlah alat bukti yang digunakan untuk membunuh korban ditemukan. Diantaranya berupa satu buah Batu gilingan cabe sebagai alat untuk memukul kepala korban, serta sebilah Pisau dapur milik tersangka. ‘’Barang bukti yang diamankan yakni bantal sebagai alat untuk menutupi wajah korban agar tidak bersuara,’’ pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang pria warga jalan Batin Bertuah Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau  bernama Salman (42) ditemukan tewas dengan kondisi luka tusuk dibagian perut dan Kepala bagian belakang serta wajah mengalami luka.

Korban tewas di kamar rumahnya ini diduga akibat korban pencurian dengan kekerasan.Korban ditemukan tidak bernyawa, Senin (13/5) subuh oleh Rifna (31) yang merupakan istrinya korban. Dimana ditemukan tewas oleh istrinya sekitar 05.00 WIB subuh.

Kapolsek Mandau Kompol Ricky Ricardo saat itu membenarkan peristiwa ini. Menurut dia, dari keterangan saksi yakni istri korban Minggu malam korban sempat keluar rumah dan bermain kartu diwarung.Kemudian dini hari pulang ke rumah dan langsung makan di dapur. “Istri korban mengatakan habis makan korban langsung tidur di kamarnya. Sementara istri korban tidur diruang tengah bersama anak anaknya,” terang Kapolsek.

”Sekira pukul 05.00 WIB subuh istri korban  terbangun dengar suara azan subuh. Kemudian istri korban membangunkan Salman untuk pergi kerja, Namun Rifna terkejut saat masuk ke dalam kamar melihat bercak darah didinding dan melihat korba  meninggal dunia,” ungkapnya.

Selain korban yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan, kamar mereka juga dalam keadaan berantakan. “Melihat kondisi berantakan Rifna langsung memeriksa lemarinya dua buah cincin dan satu kalung emas telah hilang. Sementara kondisi keluar pintu dapur juga telah terbuka saat istri korban keluar kamar,” tambahnya.

Melihat kondisi ini istri korban langsung memanggil tetangganya. Kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polsek Mandau.Petugas mendapat informasi ini langsung menuju tempat kejadian. Petugas langsung melakukan olah TKP dan mengamankan TKP serta memeriksa saksi saksi. (PPG)